Senin, 13 April 2026

Tak Ada Inkubator, Bidan Bungkus Tiga Bayi Kembar dengan Kresek

Lela menceritakan, tidak adanya inkubator di Puskesmas . . .

Editor: Dedy Herdiana
Kompas.com/Firmansyah
Tiga bayi kembar anak dari Titi Hidayati warga Kabupaten Mukomuko, Bengkulu dimasukkan dalam kresek warna hitam sebagai pengganti inkubator 

BENGKULU, TRIBUNJABAR.CO.ID - Tiga bayi kembar anak dari Titi Hidayati yang lahir pada Selasa malam (2/10/2015) sekitar pukul 21.00 WIB di Desa Sungai Rumbai, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu terpaksa dibungkus menggunakan kantong kresek berwarna hitam sebagai ganti inkubator.

"Ini metode yang diajarkan dokter spesialis anak pada kami jika ada bayi lahir dan membutuhkan inkubator namun ikubator tak tersedia," kata bidan yang membantu proses kelahiran tiga bayi kembar tersebut, Lela Sartika, saat dihubungi melalui sambungan telpon.

Lela menceritakan, tidak adanya inkubator di Puskesmas desa mendorong dirinya melakukan tindakan tersebut agar bayi tetap dalam kondisi stabil karena jika hanya mengandalkan kain hal tersebut tidak mencukupi.

"Ketiga bayi itu saya bungkus dengan kresek namun kepalanya tidak, lalu diapit oleh botol dot bayi yang berisi air hangat, ini dilakukan agar bayi tetap normal dan sehat," jelas dia.

Ketiga bayi kembar itu sempat dibawa ke RSUD Kabupaten Mukomuko yang jaraknya 80 kilo meter dari tempat kelahiran bayi menggunakan kendaraan roda empat. Tiba di RSUD barulah ketiga bayi itu dimasukkan ke dalam inkubator.

Atas kejadian ini, Lela berharap Pemda setempat dapat menyediakan inkubator khususnya di Puskesmas tingkat desa.

Foto ketiga bayi yang dibalut kresek plastik warna hitam di dunia maya karena ketiadaan inkubator mendapat pujian dari banyak pihak sebagai antisipasi dan kecerdasan bidan Lela Sartika melakukan tindakan penyelamatan tahap awal. (KOMPAS.com/Kontributor Bengkulu, Firmansyah)

Sumber: Kompas
Tags
bayi
bidan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved