Pembunuhan Aktivis

Kapolri Instruksikan Tangkap Dalang Pembunuh Salim Kancil

Badrodin yakin ada pihak-pihak yang menyuruh tersangka melakukan penganiayaan hingga berujung pada tewasnya Kancil.

Kapolri Instruksikan Tangkap Dalang Pembunuh Salim Kancil
surya/zainuddin
Demonstrasi menolak penambangan liar Lumajang di depan Mapolda Jatim, Senin (28/9/2015). 

JAKARTA, TRIBUNJABAR.CO.ID – Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menginstruksikan anak buahnya untuk menangkap auktor intelektualis atau dalang pembunuh petani sekaligus aktivis, Salim alias Kancil (52) di Lumajang, Jawa Timur (Jatim).

"Kan sudah ada yang ditetapkan tersangka. Tinggal nanti dikembangkan lagi untuk cari siapa auktor intelektualisnya," ujar Badrodin saat dihubungi, Selasa (29/9/2015).

Badrodin yakin ada pihak-pihak yang menyuruh tersangka melakukan penganiayaan hingga berujung pada tewasnya Kancil.

Saat ditanya apakah dirinya menjamin bahwa anak buahnya akan mengusut dan menemukan auktor intelektualis pembunuhan sadis tersebut, Badrodin yakin terhadap kinerja anak buahnya. Kasus itu diusut Kepolisian Resor Lumajang dan Polda Jawa Timur.

"Sudah di-back up (penyidik Polda Jawa Timur). Lagipula sudah saya perintahkan, masak tidak dilaksanakan? Ya harus (dilaksanakan) dong," ujar Badrodin.

Badrodin sekaligus membantah kabar bahwa Kepolisian setempat tak menggubris laporan masyarakat soal adanya ancaman pembunuhan. Badrodin mengatakan, tidak mendapatkan kabar soal masyarakat yang melapor karena diancam.

Salim alias Kancil (52) disiksa sampai tewas oleh puluhan orang tak dikenal, Sabtu (26/9/2015) lalu. Aktivis lain, Tosan (51) mengalami luka berat akibat pengeroyokan itu. Setelah pengeroyokan, polisi menetapkan 22 tersangka.

Tewasnya Kancil dikecam aktivis seluruh Indonesia. Puluhan mahasiswa yang bergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pejuang Kemanusiaan (AMPK) menggelar demonstrasi di depan Mapolda Jatim. Demonstrasi ini diwarnai aksi teatrikal yang menggambarkan aksi pengeroyokan terhadap Kancil dan Tosan.

"Tegakkan HAM. Hentikan penambangan pasir yang merugikan rakyat. Usut tuntas kasus pembunuhan Salim," ujar korlap aksi, Purwanto. (KOMPAS.com/Fabian Januarius Kuwado)

Editor: Dedy Herdiana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved