Breaking News:

Konferensi Asia Afrika

Wah! Bekas Hajatan KAA, Total Utang ke EO Sebesar Rp 9,6 Miliar

SEDIKITNYA, ada lima Event organizer (E0) menanti pembayaran

DOKUMENTASI TRIBUN JABAR
Suasana acara pembukaan Asian Conference of Religions for Peace (ACRP) yang digelar di Gedung Merdeka, Rabu (3/6/2015). Pembukaan ACRP dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden ACRP Din Syamsuddin, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan serta unsur Muspida Jabar. (FOTO: TRIBUNJABAR/LAISA KHOERUN NISSA) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Sedikitnya ada lima Event organizer (E0) menanti pembayaran biaya operasiona l berbaagai helatan PerIngayan ke 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) April lalu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Herlan JS sebagai leading sektor event KAA mengatakan, total utang ke EO sebesar Rp 9,6 miliar menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat.

"Biaya berbagai kegiatan KAA ditanggung pemerintah pusat tapi sampai kini dananya belum cair," ujar Herlan di Balai Kota, Jumat (25/09/2015).

Menurut Herlan pihaknya sudah berupaya mencairkan dana dari pusat untuk melunasi utang-utang tersebut dengan mengirimkan surat resmi kepada Luhut Binsar Pandjaitan sebagai ketua panitia pusat sekaligus Kepala Staff Kepresidenan.

Sementara Itu Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku malu oleh EO sebagai pihak ketiga yang telah menyukseskan KAA tapi belum dibayar.

Emil optimis pemerintah pusat akan membayar akan mdalam kesempatan pertemuan biaya event KAA karena sudah ada jaminan dari Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan yang berjanji melunasinya.(*)

Penulis: Tiah SM
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved