Succes Story

Ineu Rahayu Ingin Bawa Produk Cibaduyut ke Internasional

KATEGORI sukses atau kesuksesan bagi setiap orang pasti berbeda-beda. Selama ini sukses atau kesuksesan sering didefinisikan sebagai keberhasilan.

Ineu Rahayu Ingin Bawa Produk Cibaduyut ke Internasional
TRIBUN JABAR
Ineu Rahayu. 

KATEGORI sukses atau kesuksesan bagi setiap orang pasti berbeda-beda. Selama ini sukses atau kesuksesan sering didefinisikan sebagai keberhasilan. Keberhasilan yang dimaksud tentunya adalah keberhasilan dalam mencapai sebuah tujuan atau mimpi. Dan bagi Ineu Rahayu gadis asal Cibaduyut kota kembang ini, dirinya baru saja akan memulai mimpinya tersebut.

Muda, Cantik, dan Berani mengambil keputusan adalah tiga kata yang menggambarkan sosok Ineu Rahayu. Gadis berusia 19 tahun ini memutuskan untuk menjalankan bisnis sepatu miliknya di usianya yang terbilang masih sangat muda. Ia bermimpi ingin membawa produk lokal Cibaduyut ke dunia fashion Internasional.

Ineu Rahayu lahir pada 19 Januari 1996 di Bandung, bungsu dari enam bersudara ini baru berusia 19 tahun bulan Januari kemarin. Anak perempuan dari pasangan Ayong Suparmi dan Iis Isnaeni ini memulai bisnisnya sejak duduk di kelas tiga SMK pada tahun 2013, dua tahun lalu.

Breezy The Beauty Starts From a Little Thing, "Sepatu itu sesuatu hal kecil namun sangat penting," ujar Ineu. Handmade Shoes yang didesain khusus bagi kaum perempuan miliknya tersebut terlihat sangat nyaman dan elegant, ketika diperlihatkan kepada tim Tribun. Kesukaannya terhadap dunia fashion mendorong dirinya untuk menekuni dan melanjutkan bisnis sepatu milik ayahnya, yang sempat vakum selama kurang lebih empat tahun. Usaha ayahnya tersebut sempat terhenti karena sepi order sejak 2009-2012.

Berawal dari sanalah muncul keinginan untuk berbisnis. Di usianya yang ke 18 tahun kala itu Ia berpikir untuk mengubah image sepatu milik ayahnya, dari sepatu ibu-ibu menjadi sepatu khusus anak-anak muda. Ia melihat kebutuhan akan fashion anak-anak muda itu sangat tinggi jika dibandingkaan dengan ibu-ibu.

Maka dari itu berkat kejeliannya, Ia mengubah konsep sepatu milik ayahnya menjadi lebih kekinian, disesuaikan dengan kebutuhan fashion dirinya sebagai anak muda. Selain itu ia juga membuat brandnya sendiri untuk menguatkan produk fashionnya tersebut dengan merk dagang 'Breezy' The Beauty Starts From a Little Thing.

Awalnya ia hanya memproduksi tiga sampai empat pasang sepatu saja dengan biaya produksi kurang dari Rp 1.000.000. Untuk produksinya sendiri Ineu tidak pernah mematok jumlah, karena ia menggunakan sistem free order jadi jumlah sepatu yang diproduksi sesuai dengan permintaan pesanan. Saat ini setiap bulannya rata-rata ia memproduksi 200-350 pcs sepatu, tergantung permintaan.

Selama ini gadis muda yang bercita-cita sebagai seorang fashion desainer tersebut, memasarkan produk sepatunya dengan cara online melalui media sosial. Dan saat ini jumlah follower akun instagramnya mencapai 25 ribu follower. Kebanyakan order datang dari mahasiswi serta anak-anak SMA di seluruh Inonesia, seperti Jakarta, Bandung, Bali, Balikpapan, Surabaya sampai Papua.

Bahkan katanya sampai ada order dari luar negeri seperti Malaysia dan Qatar, namun belum ia penuhi karena terkendala Payment. Ineu membaderol harga sepatunya mulai dari Rp 230.000- Rp 310.000 per pcs. Ineu mengaku dari penjualannya tersebut, setiap bulannya ia mendapat keuntungan sampai puluhan juta rupiah.

Dan mulai tahun ini Ineu juga aktif mengikuti festival-festival bazar produk di Jakarta dan Bandung. "Alhamdulillah setelah ikut bazar jumlah produksi meningkat 50%," aku Ineu.

Halaman
12
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved