Sabtu, 11 April 2026

Sopir Angkot Protes

Tuntutan Dikabulkan, Angkot 43 Kembali Diizinkan Masuk Kota

Untuk sementara dinormalkan dulu, jadi kembalikan lagi sesuai trayek lama

Penulis: Mega Nugraha | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/MEGA NUGRAHA
Pelajar harus berjalan kaki menuju Sadang karena Jalan Raya Sadang diblokir ratusan sopir angkot, Jumat (4/9). 

PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID - Dinas Perhubungan, Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi (Dishubparpostel) akhirnya mengabulkan tuntutan ratusan sopir angkutan umum (angkot) nomor 43 jurusan Cikampek-Purwakarta, yang berunjukrasa seraya membakar ban di perempatan Jalan Sadang, Jumat (4/9).

"Untuk sementara dinormalkan dulu, jadi kembalikan lagi sesuai trayek lama," ujar Kadishubparpstel, Kusnadi usai membacakan surat pernyataan pengembalian trayek angkot 43 sesuai trayek semula.

Hanya saja, keputusan itu masih menuai masalah. Pasalnya, para ratusan sopir angkot itu menghendaki pengembalian trayek 43 secara tetap, bukan untuk sementara.

Sempat terjadi ketegangan diantara Kadishub dengan para sopir angkot. Namun, Kusnadi memastikan pengembalian trayek angkot itu tidak sementara.

Bahkan, para sopir angkot ini memaki-maki pejabat eselon II di Pemkab Purwakarta itu. Namun, ketegangan mereda setelah Kadishub meralat ulang keterangannya. Menjelang tengah hari, situasi Jalan Raya Sadang kembali normal dan jalan dibuka kembali.

Aksi sopir angkot itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap Dishubparpostel yang melarang angkutan nomor 43 masuk kawasan kota.

"Kami minta jalur angkutan nomor 43 kembali dinormalkan lagi. Semula kami sesuai jalur dari Cikampek - Purwakarta Kota," ujar Enen (40), salah satu sopir angkot.

Namun, pekan ini, pemerintah setempat melarang angkutan umum nomor 43 ini masuk sampai kawasan kota.

"Kami jadi cuma sampai Sadang, tidak bisa masuk kota. Ya jelas itu kerugian buat kami," ujar Enen.

Aksi itu sempat memacetkan Jalan Raya Sadang. Belum lagi, akses menuju Sadang dan Purwakarta kota ditutup para sopir angkot.

Akibatnya, ratusan warga termasuk pelajar yang menuju Sadang maupun Purwakarta kota terlantar. Mereka harus bejalan kaki cukup jauh untuk menuju Sadang maupun arah sebaliknya. (men)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved