Jumat, 10 April 2026

Pendidikan di Kota Bandung

Pendidikan Karakter Masuk Sekolah Cegah Pelajar Pakai Bahasa "Binatang"

Saya miris dengan bahasa anak-anak saat ini termasuk di media sosial, penggunaan bahasa yang kurang baik di media sosial

Penulis: Tiah SM | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
FOTO ILUSTRASI -- Sejumlah siswa baru mengikuti kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 9 Bandung, Jalan Suparmin, Kota Bandung, Selasa (28/7/2015). Kegiatan yang dilaksanakan hingga 31 Juli 2015 tersebut diisi dengan memberi materi membangun kepercayaan diri serta kebersamaan dalam lingkungan sekolah. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil memerintahkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk menambah kurikulum baru di sekolah tingkat SD, SMP, dan SMA, yaitu Kurikulum Pendidikan Karakter.

"Saya miris dengan bahasa anak-anak saat ini termasuk di media sosial, penggunaan bahasa yang kurang baik di media sosial," ujar Emil panggilan Ridwan Kamil di ruang Kerjanya di Balai Kota, Selasa (25/08/2015).

Menurut Emil, banyak ketidaksopanan terekam di media sosial. Bahkan Emil  pernah dimaki-maki terkait kisruhnya PPDB 2015. "Saya dibully dan dimaki pakai bahasa binatang, setelah diselidiki ternyata anak SD," ujar Emil.

Menurut Emil Kurikulum Pendidikan Karakter perlu untuk mencegah dan tidak banyak lagi anak-anak usia sekolah berbicara kasar di media sosial.

"Disdik saat ini dalam tahap persiapan rapat kerja pembuatan kurikulum pendidikan karakter dengan basis agama, budaya dan lingkungan," ujarnya.

Emil mengatakan, untuk pembelajaran di bidang agama akan menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) dan gereja.
Sedangkan bidang lingkungan akan melibatkan organisasi pegiat alam bebas, Wanadri. Sementara bidang budaya kerjasama dengan Unpad dan Unpas.

Emil menilai penerapan kurikulum ini sangat penting., selain ilmu berguna budi luhur adalah hal paling utama.
"Lebih prihatin lagi banyak yang tidak hapal pancasila bahkan ada anak bahka Soekarno-Hatta itu satu orang. Lebih ngeri lagi di sosmed, sering ditemukan orang berbuat tidak senonoh tapi malah bangga," ujar Emil.

Rencana kurikulum Pendidikan Karakter akan diterapkan tahun ajaran 2016 mendatang. (tsm)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved