Jembatan Bailey
Warga Cisurupan Pun Harus Berjalan Kaki Melewati Jembatan Bambu
Tidak hanya itu, jalur setapak ini digunakan para penumpang angkutan umum.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Warga terpaksa berjalan kaki melewati kebun dan jembatan bambu untuk menyeberangi sungai sebelum melanjutkan perjalanan.
Hal ini disebabkan jalur utama Garutkota-Pameungpeuk terputus sementara selama perbaikan berlangsung di Jembatan Cibeureum di Kampung Loasari, Desa Tambakbaya, Kecamatan Cisurupan, Jumat (14/8/2015).
Jembatan bambu yang bersifat darurat ini dibangun supaya aktivitas warga sekitar, khususnya anak sekolah, tidak terganggu selama proses perbaikan jembatan berlangsung. Sambil memikul barang belanjaan, warga yang dari pasar pun melewati jembatan ini.
Tidak hanya itu, jalur setapak ini digunakan para penumpang angkutan umum. Kendaraan angkutan umum berhenti di ujung jalan sebelum jalan terputus proyek perbaikan jembatan.
Kemudian, para penumpang turun untuk berjalan kaki melewati jembatan bambu dan kebun dulu. Sesampainya di seberang sungai, mereka melanjutkan perjalanannya menggunakan angkutan umum lain.
Sementara itu, kendaraan kecil dari arah Garutkota, dialihkan dari pusat Desa Tambakbaya ke Pasirpari dan kembali masuk jalur utama di pusat Kecamatan Cisurupan. Jalan alternatif tersebut sangat terjal dan berbatu.
Dari arah Pameungpeuk, arus kendaraan dialihkan ke Jalan Cigedug dan kembali ke jalur utama di pusat Kecamatan Bayongbong. Walaupun sebagian jalannya berkondiai baik, jalan tersebut sangat sempit dan berkelok.
Di beberapa lokasi pengarahan arus, nampak petugas kepolisian dan warga memandu para pengendara melewati jalur tersebut. Sementara itu, jembatan sementara yang sempat anjlok di Cibeureum tengah diganti dengan jembatan Bailey yang baru.
Truk pengangkut BBM dan gas, serta truk pengangkut bahan bangunan berat tidak bisa melewati jalur tersebut atau jalan alternatif lainnya. Akibatnya, kendaraan-kendaraan besar tersebut diparkir di pinggir jalan.
Setelah anjlok dan miring pada Kamis (13/8), jembatan Bailey sempat dipaksakan untuk dilalui dengan mengurangi beban jembatan. Namun setelah bahan jembatan Bailey yang baru sampai pada malam harinya, jalur tersebut terpaksa diputuskan selama perbaikan berlangsung. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/warga-cisurupan-garut-lewati-jembatan-bambu-karena-bailey_20150814_115255.jpg)