Cerpen Absurditas Malka

17.000 Pulau Komunis

GAN Muhidin, ia mungkin reinkarnasi Narcissus. Bisa seharian ia mematut-matut diri di depan cermin, menelisik wajah sendiri...

Editor: Hermawan Aksan
Ilustrasi 17000 Pulau Komunis 

Akhirnya, Sadun menyerah, semua uang itu diserahkan dengan wajah pasrah. Tidak sepeser pun yang ditahan. "Cepatlah perbaiki biduknya, Paman. Aku ingin mencari udang lagi. Aku ingin mendapat uang lebih banyak lagi."

"Kau pikir begitu, ya? Tidak bisa! Bantulah aku memperbaiki biduk jelek itu. Ayo!"

"Ya Tuhan, degil sekali Pamanku ini," Sadun menggerutu, terpaksa ia menurut, menguntit pamannya, membantunya memperbaiki biduk.

"Paman, tadi aku mendengar kabar. Akan ada sayembara untuk nelayan," ucap Sadun, tangannya erat memegangi papan yang sedang dipaku pamannya.

"Sayembara untuk nelayan?"

"Iya, pemerintah sedang mencari nelayan hebat, nantinya nelayan yang paling hebat akan diberi hadiah."

"Namanya juga sayembara, pasti akan dapat hadiah."

"Pemenangnya akan dibiayai negara untuk berlayar ke Jerman."

"Jerman, di mana itu?"

"Aku tidak tahu di mana Jerman itu, sepertinya sangat jauh. Katanya, di sana selalu diadakan pertemuan rutin bagi semua nelayan hebat dari berbagai penjuru dunia."

"Terus?"

"Terus, cepat-cepatlah perbaiki biduk ini. Aku ingin mengikuti sayembara itu. Aku ingin berlayar ke Jerman. Aku ingin bertemu dengan nelayan-nelayan hebat itu."

"Bruakakaka. Ndasmu!" Paman Doblang terpingkal-pingkal mendengar semangat keponakannya.

"Kenapa Paman menertawakanku?" Sadun kesal.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved