Pelajar Tenggelam di Sungai
BREAKING NEWS: Penyelamat Kakak Kelas Itu Ditemukan Meninggal
FAZRI Fauzi (16), pelajar SMK Al Hikmah Garut yang tenggelam saat menyelamatkan kakak kelasnya.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID -- Fazri Fauzi (16), pelajar SMK Al Hikmah Garut yang tenggelam saat menyelamatkan kakak kelasnya di sungai ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa keesokan harinya, Rabu (5/8/2015).
Saat kejadian, Fazri tengah mengikuti kegiatan perkemahan dalam rangkaian masa orientasi peserta didik baru, Selasa (4/8/2015).
Kasi Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan, mengatakan Fazri ditemukan sekitar pukul 7.30, tidak jauh dari lokasinya saat tenggelam.
Diduga Fazri terjepit di dalam palung sungai sehingga sempat sulit ditemukan.
"Kedalaman palung sungai lebih dari 8 meter. Satu bambu yang panjangnya 8 meter saja masih kurang untuk sampai ke dasar sungai. Kemungkinan, saat jatuh itu korban langsung masuk ke dalam palung sungai dan terjepit di sana," ucapnya.
Dari lokasi kejadian, jenazah Fazri dievakuasi dan langsung dibawa ke rumah duka. Warga dan keluarga korban yang menyaksikan proses evakuasi pun tidak dapat membendung kesedihannya.
Sebelumnya diberitakan, Fazri tenggelam di sebuah sungai di Kampung Kereman, Desa Maripari, Kecamatan Sukawening.
Kejadian terjadi pada siang hari, saat korban disuruh kakak kelasnya untuk menyeberangi sungai.
"Berdasarkan informasi yang dihimpun, kakak kelas korban ini lebih dulu menyeberangi sungai dan tiba-tiba terbawa derasnya arus sungai. Melihat kakak seniornya terbawa arus air, korban berusaha menolong. Namun sayang saat kakak kelasnya tertolong, korban terseret derasnya air sungai," ujarnya.
Tubagus mengimbau, meski saat ini masih dilanda kemarau, pihaknya menyarankan kepada siapapun untuk tidak menyeberangi sungai tanpa pengaman.
Apalagi proses penyeberangan dilakukan di sungai yang secara kasat mata cukup dalam untuk dilewati.
"Siapapun tidak bisa memprediksi bagaimana derasnya air sungai karena bisa berubah dengan cepat meski kemarau. Semuanya harus tetap waspada dan mengantisipasi segalanya agar tidak menjadi korban dari hal-hal yang tidak seharusnya terjadi," ucapnya. (*)
#TribunHealthPELISSS !!! MULAI SEKARANG JANGAN LAGI ASAL-ASALAN DALAM MENGOBATI JERAWAT YA !---->http://bit.ly/1SV82moBagi sebagian orang, terutama perempuan, jerawat-jerawat nakal mampu
Posted by Tribun Jabar Online on Monday, August 3, 2015
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pelajar-tenggelam-terbawa-arus-sungai_20150804_181537.jpg)