Pengoperasian Tol Cipali Tak Kurangi Kepadatan Pemudik Via Garut
Arus mudik diperkirakan banyak kendaraan yang melewati Tol Cipali atau Pantura. Namun pada saat arus balik, mereka tetap memilih jalur selatan
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pengoperasian Tol Cipali dan kembali lancarnya Jalur Pantura tidak terlalu banyak berdampak pada keramaian lalu lintas di jalur selatan yang melewati Garut saat masa mudik dan balik lebaran tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Wahyudijaya, mengatakan berdasarkan hasil perhitungan timnya, jumlah kendaraan yang melewati jalur Limbangan-Malangbong pada masa mudik dan balik lebaran tahun ini mencapai 1.121.058 kendaraan.
Jika dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang melewati jalur tersebut pada 2014, yakni 1.225.403 kendaraan, maka diketahui bahwa jumlah kendaraan yang melewati jalur tersebut pada 10 Juli 2015 atau H-7 sampai 25 Juli 2015 atau H+7 mengalami penurunan sebesar 8,52 persen.
Sedangkan pada periode yang sama pada tahun lalu, terdapat 1.152.621 kendaraan yang melewati jalur Kadungora-Tarogong. Jika dibandingkan dengan angka tahun ini yang mencapai 1.146.555 kendaraan, maka hanya terjadi penurunan jumlah kendaraan sebesar 0,53 persen.
"Arus mudik diperkirakan banyak kendaraan yang melewati Tol Cipali atau Pantura. Namun pada saat arus balik, mereka tetap memilih jalur selatan yang melewati Garut. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan jumlah kendaraan yang sangat drastis pada arus balik," kata Wahyu, Rabu (29/7).
Peningkatan jumlah kendaraan pada arus balik ini, katanya, ditambah kendaraan para wisatawan yang keluar-masuk Garut. Hal ini dapat menjadi indikasi kemajuan pariwisata di Kabupaten Garut. Jumlah kendaraan pribadi pun diperkirakan terus meningkat sehingga kian meramaikan arus lalu lintas.
Sebelumnya diharapkan, pengoperasian Tol Cipali dan kembali lancarnya Jalur Pantura dapat mengurangi jumlah kendaraan yang melewati Garut secara signifikan. Pada Lebaran 2014 jalur Pantura terhambat akibat ambruknya Jembatan Comal, sedangkan Tol Cipali belum beroperasi sehingga banyak kendaraan dari Pantura dialihkan ke jalur selatan.
"Hal yang harus dikaji kembali adalah pemberian insentif terhadap penarik delman. Sepertinya cukup jika hanya kusir delman yang beroperasi di jalur mudik saja yang mendapat insentif, tidak usah yang di perkotaan," katanya.
Kepadatan lalu lintas saat arus mudik dan balik ini, kata Wahyu, dapat diurai dengan baik melalui sistem one way. Jumlah kecelakaan lalu lintas pada musim mudik dan balik ini pun, katanya, berkurang dari tahun sebelumnya.
Dalam periode yang sama, jumlah penumpang yang berangkat dan tiba di Terminal Guntur Garut pun mengalami penurunan. Jika pada 2014 terdapat 57.200 penumpang yang tiba di terminal, tahun ini hanya 48.470 penumoang atau turun 15,3 persen dari tahun sebelumnya.
Jika pada 2014 terdapat 40.036 penumpang yang berangkat dari Terminal Guntur, pada 2015 hanya 34.320 penumpang yang berangkat atau menurun 14,3 persen dari tahun lalu. Penurunan ini dipicu kepemilikan kendaraan pribadi yang semakin banyak. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/antrean-kendaraan-pemudik-di-jalur-selatan-nagreg_1_20150715_090413.jpg)