Pajak

Kontribusi Pajak Resto dan Hotel di Garut Sangat Minim

BUPATI Garut Rudy Gunawan mengatakan akan memperketat penagihan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Garut.

Kontribusi Pajak Resto dan Hotel di Garut Sangat Minim
shutterstock
Illustrasi pajak. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan akan memperketat penagihan pajak hotel dan restoran di Kabupaten Garut.

Selama ini, penagihan pajak restoran dan hotel ini dianggap sangat tidak ketat dan menyebabkan pendapan asli daerah dari sektor tersebut sangat sedikit.

Sangat disayangkan, kata Bupati. Selama ini Garut terkenal sebagai kawasan wisata dan pusat kuliner di Jawa Barat. Terlebih saat hari besar nasional, sejumlah pengusaha hotel dan restoran menaikan biaya sewa kamar dan makanan dalam jumlah berlebihan.

"Kontribusi hotel dan restoran di Garut terhadap PAD sangat kecil. Pendapatan pajak dari restoran dan hotel hanya Rp 11 miliar per tahun. Untuk pajak makanan saja hanya Rp 3 miliar," kata Bupati, Selasa (28/7).

Jika dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), penghasilan hotel dan restoran di Garut mencapai Rp 1,3 triliun per tahun. Jika dihitung, potensi pajak dari dua sektor tersebut adalah sebanyak Rp 50 miliar per tahun.

Jika perpajakan di Garut bisa dilaksanakan secara terbuka, kata Bupati, Pemerintah Kabupaten Garut akan mendapat pajak yang sangat besar.

Contohnya, sebuah restoran cepat saji bisa memberikan pajak sebesar Rp 90 juta per bulan. Sedangkan, restoran lainnya di bawah Rp 25 juta per bulan.

Ketimpangan pun terjadi saat diketahui pajak dari perhotelan di Garut hanya sebesar Rp 5 miliar per tahun. Padahal, Rp 2 miliar di antaranya diberikan oleh salah satu hotel di Garut. Sedangkan, terdapat lebih dari empat hotel besar di Garut yang memiliki klasifikasi yang sama seperti hotel yang membayar pajak Rp 2 miliar per tahun tersebut.

"Kami terus berdialog denga PHRI mengenai masalah ini. Jangan sampai juga hoel dan restoran ini hanya bisa menyalahkan pemerintah. Untuk mengatasinya, dibutuhkan komitmen dan kejujuran dari para pengusaha," ujarnya.

"Mereka keberatan jika harga dinaikkan lagi untuk pajak. Padahal, pajak itu hanya dibebankan kepada konsumen. Kami selanjutnya akan memperketat masalah pajak ini karena sebelumnya sangat tidak ketat," katanya.

Selayaknya, kata Bupati, para pengusaha mendukung pemerintah yang tengah melaksanakan pembangunan secara maraton. Pada 2016, katanya, dipastikan tidak ada lagi trotoar rusak dan seluruh jalan kabupaten dalam kondisi baik.

Pada 2017, katanya, 50 persen jalan desa akan berkondisi mantap. Pada 2018, Garut akan memiliki gelanggang olah raga sendiri. Seluruh jalan di Garut pun akan dipadatkan dan diratakan. (*) 

SOROT: "HARI PERTAMA SEKOLAH, KENANGAN INDAH SEPANJANG MASA" Oleh Dicky Fadiar Djuhud. (dic)---->...

Posted by Tribun Jabar Online on Monday, July 27, 2015
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved