PPDB 2015 Kota Bandung
Polisi Siap Usut Tuntas Soal SKTM Bodong di Kota Bandung
Polisi masih terus melakukan penelusuran penyalahgunaan SKTM.
Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ratusan pedemo yang mengatasnamakan diri Bandung Connection Centre (BCC) melakukan aksi unjuk rasa di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Senin (27/7). Kedatangan mereka untuk memberi dukungan secara moril terhadap Polrestabes Bandung mengenai pengusutan masalah SKTM bodong.
Kasubbag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Reny Marthaliana, mengatakan, kedatangan BCC itu juga untuk menyampaikan beberapa permintaan. Menurutnya, BCC meminta Polrestabes Bandung menindaklanjuti permintaan tersebut.
"Mereka minta untuk tindak tegas mafia pendidikan sampai ke akar-akarnya," ujar Reny di Markas Polrestabes Bandung.
Selain itu, lanjut Reny, mereka menolak segala bentuk intimidasi, tekanan dan atau paksaan dari pihak manapun terhadap PPDB 2015 Kota Bandung. Para pedemo juga menyerahkan secara simbolis pernyataan sikap ke Polrestabes Bandung.
"Aksi sendiri berlangsung singkat dan mereka melanjutkan aksinya ke Dinas Pendidikan Kota Bandung," ujar Reny.
Informasi yang dihimpun Tribun, para pendemo juga membawa sejumlah spanduk. Spanduk itu bertuliskan Pak Polisi SKTM di Salah Gunakan, Orang Tua Siswa Harus Jujur, SKTM Tidak Untuk Dijual, SKTM Hak Bagi Warga Miskin, Pendikan Hak Setiap Warga, Yang Tidak Mampu Ada SKTM, Bonkar Mafia Pendidikan, Orang Kaya Ko Pake SKTM, Usut SKTM Palsu, Disdik Kota Bandung Harus Transparan, Kami Dukung Polisi Untuk Membongkar Mafia Pendidikan, Tindak Tegas Mafia Pendidikan.
"Aksi mereka tersebut, didasari untuk memberikan dukungan kepada kami. Kami siap menindaklanjuti permintaan mereka," ujar Reny.
Reny menyebut, pihaknya sendiri masih terus melakukan penelusuran penyalahgunaan SKTM. Hal itu berkaitan dengan adanya dugaan orang kaya yang mengaku miskin dan mendapatkan SKTM dalam PPDB 2015. Polrestabes pun masih menyelidiki pemberi data palsu dan pihak SKTM yang tidak sesuai fakta.
"Masih dalam penyelidikan karena datanya itu kan perlu dikumpulkan. Ada yang dari sekolah, RT, dan Lurah," ujar Reny. (cis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kombes-pol-yoyol-tunjukkan-pemalsuan-sktm_20150702_135301.jpg)