PPDB 2015 Kota Bandung
Sekolah Menengah Pertama Ini Keberatan dengan Tambahan Kuota
Sesuai data yang diterima Tribun, SMPN 42 sendiri, merupakan SMP dengan penambahan siswa terbanyak.
Penulis: dra | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Doni Indra Ramadhan
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - SMPN 42 Bandung mengaku berat jika harus menambah kuota siswa dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2015.
Sesuai data yang diterima Tribun, SMPN 42 sendiri, merupakan SMP dengan penambahan siswa terbanyak. Jumlah penambahan siswa sebanyak 180. Angka tersebut didapat dari 185 siswa yang tidak diterima pilihan satunya dan pilihan ke-2 ke SMPN 42 sebanyak 185 siswa dan 5 orang mengundurkan diri.
Wakasek humas SMPN 42 Bandung, Solichun, mengatakan penambahan kuota itu cukup memberatkan karena tidak sesuai dengan kapasitas ruangan yang dimiliki oleh SMPN 42. Sesuai ketentuan awal, pada PPDB tahun ini, SMPN 42 sendiri menetapkan 12 rombongan belajar (kelas). Namun, dengan adanya kebijakan penambahan kuota siswa ini, kemungkinan SMPN 42 akan menambah sebanyak 5 rombel. Terlebih, kuota yang ditetapkan SMPN 42 kali ini sebanyak 450, jika ditambah akan menjadi 600 siswa.
"Sebetulnya kalau kita sebagai sekolah kesiapan ruangan dan guru diluar kapasitas, kalau kita ditambah 180 siswa minimal 5 kelas baru akan ada, maka jelas harus menambah shif. Yang tadinya pagi semua, mungkin nanti ada jam siang," ujar Solichun saat ditemui di SMPN 42 Bandung, Jalan Manjahlega, Kota Bandung, Kamis (9/7/2015).
Dengan adanya penambahan shif itu, lanjut dia, otomatis pelayanan pendidikan dari guru pun akan bertambah. Hal ini, kata dia, berpengaruh terhadap beban guru untuk mengajar.
"Standarnya dalam satu minggu guru itu mengajar 24 jam. Dengan adanya penambahan, otomatis kerja guru akan bertambah. Kalau kita dari guru keberatan, yang jelas kita kerepotan, gak bisa efektif, apalagi juga ada penambahan siswa 40 per-kelas itu kelebihan. Pagi ngajar, lalu siang juga ngajar lagi sampai sore, pasti kelelahan," katanya.
Meski begitu, pihaknya mengaku tak bisa apa-apa. Sebab, hal ini sudah menjadi kebijakan dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Pihaknya mengakui memang peminat ke SMPN 42 cukup banyak.
"Kita harapannya sesuai kuota, biar sama-sama berjalan enak. Tapi kalau kita keputusan apapun terima, gak bisa diapa-apakan," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/wakasek-humas-smpn-42-bandung-solichun_20150709_122223.jpg)