Daging Sapi Busuk Bisa Akibatkan Ganguan pada Perut
Kapolsekta Sumur Bandung, Kompol Wadi Sabani, mengatakan, pihaknya menyita sejumlah panganan hasil olahan dari daging sapi
Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Dinas Pertanian dan Ketahanan Kota Bandung mengambil sejumlah sampel daging untuk diteliti lebih lanjut kandungan bakterinya. Pasalnya dikhawatirkan daging tersebut mengandung bakteri yang berbahaya bagi tubuh bagi manusia.
"Kami coba hitung jumlah bakterinya juga. Secara keseluruhan jumlah bakteri itu tidak boleh dari 100 ribu dari per gram. Kalau lebih dari itu makan daging itu tidak layak," kata Kepala Seksi Pengawasan Mutu Hasil Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung, drh Erma ketika ditemui di lokasi pengolahan daging sapi di Jalan Kebon Jati, Jumat (3/7).
Kendati begitu, tak semua bakteri boleh dikonsumsi manusia walau jumlahnya harus di bawah ambang batas. Menurutnya, ada beberapa jenis bakteri yang selalu ada pada daging sapi. Di antaranya bakteri e coli, coli form, salmonela, dan bakteri lainnya.
"Kalau bakteri salmonela tidak boleh sama sekali karena bisa mengakibatkan gangguan pada perut. Kalau yang lain boleh ada tapi di bawah atas ambang. Makanya kita cek daging-daging busuk yang ditemukan itu ada kandungan bakteri salmonelanya atau tidak," kata Erma.
Dikatakan Erna, memang sulit membedakan daging yang sehat dan yang layak makan jika dilihat secara kasat mata. Namun setidaknya dari fisik bisa diketahui daging yang layak dikonsumsi atau tidak dengan hanya dilihat secara kasat mata.
"Belum berubah bau, warna, dan fisik. Kalau sudah lapuk, baunya beda dan jadi biru itu tidak boleh untuk dikonsumsi. Itu untuk ciri-ciri daging," kata Erma.
Sementara Kapolsekta Sumur Bandung, Kompol Wadi Sabani, mengatakan, pihaknya menyita sejumlah panganan hasil olahan dari daging sapi milik B dan N. Dalam penyitaan tersebut, pihaknya menemukan daging dendeng yang sudah berjamur.
"Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait makanan olahan ini," kata Wadi singkat.
Namun berdasarkan keterangan karyawan, daging dendeng berjamur itu tidak dijual dan sengaja dipisahkan dari daging dendeng segar. Adapun usaha pengolahan makanan itu bisa memproduksi 300 butir bakso, lima kilogram dendeng dan kerupuk paru setiap harinya.
"Mereka ini seminggu sekali membeli 5-10 ton daging sapi beku dari Cianjur, Cileungsi, dan Australia. Kemudian daging itu disimpan di kontainer pendingin di Jalan Kebon Sirih," kata Wadi.
Sebanyak sepuluh ton daging sapi ditemukan membusuk di kontainer pendingin di pabrik es tak jauh dari Gedung Pakuan atau tepatnya di Jalan Kebon Sirih, Kecamatan Sumur Bandung, Jumat (3/7). Daging sapi itu kiriman dari Cianjur, Cileungsi, dan Australia sesuai dengan label pada pembungkus daging beku tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/daging-sapi-beku-diduga-dari-daging-busuk_20150703_185832.jpg)