Selasa, 7 April 2026

Kuliner

Lezat Pedasnya Ayam Cabe Garam Cocok untuk Berbuka

Ayam Cabe Garam ini tersaji penuh dengan potongan cabai berukuran besar, dengan tambahan buncis

Penulis: cr3 | Editor: Kisdiantoro
Ardhi Nugraha Wahid
Ayam Cabe Garam 

SAJIAN pedas memang menjadi andalan di ibukota Jawa Barat ini. Kota Kembang yang terkenal dengan kesejukannya, atau bisa disebut "kedinginannya", menambah selera para penikmat kuliner mencicipi berbagai sajian pedas. Mulai dari olahan ceker, seblak, hingga me dan nasi goreng yang menggunakan bahan bumbu pedas. Walaupun kadang makanan ini tidak memenuhi standar porsi "perut" atau standar asupan gizi, namun bahan cabai yang digunakan cukup untuk menambah asupan protein dan vitamin C bagi pelahapnya. Menu tersebut juga cocok sebagai salah satu sajian pembuka shaum.

Sajian dengan porsi yang kecil dapat disebut Finger Food, yaitu sajian yang dicemil menggunakan jari, dan biasanya memiliki jumlah porsi yang sedikit. Tetapi, dengan berkembangnya variasi kuliner ala chicken fillet, makanan yang tersaji tidak perlu disentuh secara langsung, dengan jumlah porsi yang bervariasi pula.

Sajian berbeda dari chicken fillet terdapat di Cabe Garam, Jl. Tubagus 45a. Chicken fillet yang menyajikan sajian potongan ayam yang ditaburi tepung dan digoreng hingga cripsy, menjadi andalan kafe yang berdiri sejak 2014.

"Awalnya semua bahan, bumbu dan olahan makanan berasal dari ide Inda, sang juru masak," ujar Feby, selaku pemilik Cabe Garam. Persahabatan antara Feby dan Inda sejak tahun 2004, menjadi inspirasi untuk berkecimpung di dunia kuliner. "Sejak tahun 2006, kita akhirnya terjun di bisnis kuliner. Pernah menciptakan berbagai brand, pada tahun 2014 kemarin, kita akhirnya berhasil membangun Cabe Garam," ujar Feby, yang pernah bekerja bersama Inda di satu Restoran Singapura.

Chicken fillet yang dimaksud adalah menu bernama Ayam Cabe Garam. Ayam Cabe Garam ini tersaji penuh dengan potongan cabai berukuran besar, dengan tambahan buncis, irisan wortel dan dua lembar selada. Presentasi menarik ada pada tomatnya yang dibentuk garnish ala bunga, ditemani dua buah potongan mentimun disampingnya. Bumbu yang digunakan sebenarnya cukup sederhana. Tambahan garam serta irisan cabai merah rawit dan keriting menyajikan rasa pedas yang segar. Keduanya memberikan rasa pedas dengan tingkatan sedang, sehingga memberikan rasa yang mantap, selain dari kegurihan bumbu-bumbu tambahan lainnya.

Porsi yang disajikan pun cukup banyak. Dengan jumlah ayam yang tersaji memenuhi piring, satu porsinya bisa mencapai 200 gram daging ayam. Tesktur daging ayam yang renyah lembut berpadu dengan tekstur kenyal alami wortel, buncis dan selada menambah kekayaan variasi tekstur dari sajian ini.

Sajian Ayam Cabe Garam pun sangat dinikmati oleh para pelangganya. Diantaranya adalah Caca dan Afi, yang ditemui Tribun ketika sedang memesan Ayam Cabe Garam. "Suka sih ama rasanya yang enak dan gurih," ujar Caca. "Kalo saya memakannya dengan irisan cabenya, karena suka banget ama pedes dan potongan cabai," tambah Afi, yang bersama Caca sedang menjalani jenjang pendidikan di ITB. Pendapat lain diutarakan oleh Yeni dan Aya, dua mahasiswi ITB lainnya. "Suka sih ama pedes, cuman segini mah masih tingkatan pedasnya," ujar keduanya, yang sedang berbuka puasa di kafe Cabe Garam.

Minuman yang perlu dicatat sebagai salah satu sajian di Cabe Garam adalah Bandrek dan Bajigur. Kedua minuman tradisional khas Sunda ini justru agak sulit ditemui di kafe maupun resto. Rasa manis gula merah khas bajigur dan pedasnya jahe pada segelas bandrek menjadi andalan keduanya, dan masih sesuai dengan suasana Bandung yang dingin.

Kedua menu tersebut dapat dipesan di Cabe Garam yang buka pada pukul 15.00 hingga 23.00, dengan harga yang ditawarkan untuk Ayam Cabe Garam sekitar Rp 24.000 dan sekitar Rp 9.000 untuk Bandrem atau Bajigur (CR3).

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved