Hari Ayah Sedunia
VIDEO - Bikin Nangis, Puisi Betapa Ayah sangat Berharga di Keluarga
Ayah aku tahu kau tak menyusuiku. Tapi dari keringatmulah, setiap suapan yang menjadi air susu untuk kuminum
Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
SEBUAH puisi yang menggambarkan tentang sosok ayah membius pembacanya, tertegun, dan membuat mereka menitihkan air mata. Puisi ini berkisah tentang sosok ayah yang tak banyak dilupakan dan namanya menjadi samar karena betapa besarnya jasa seorang ibu. Tapi, Cocom Princes yang membuat puisi dalam slide video ini menyadarkan banyak orang betapa sang ayah juga sosok penting dalam diri setiap anak.
Meski seorang ayah tak menyusui, sang ayah bekerja keras membanting tulang demi keluarga. Nafkah itulah yang menjadikan air susu ibu menjadi deras dan dapat dinikmati anak-anak.
Puisi yang diunggah ke jejaring Youtube pada 2013 lalu dengan judul "puisi tentang ayah (bikin nangis ?_?)" telah menyedot banyak perhatian. Ratusan komentar berdatangan. Dan semuanya setuju, sosok ayah sangat penting dalam keluarga dan sepantasnya seorang anak menghargai jasanya.
Berikut puisi yang menggetarkan dan membuat pembacanya menangis.
Ayah
Ayah, aku tahu kau tak mengandungku
Tapi darahmu mengalir di tubuhku
Kau warisiku kedermawaan dan kerendahan hati
Tapi gema suara adzanmulah yang pertama kali mengenalkanku pad Allah tuhanku
Ayah aku tahu kau tak menyusuiku
Tapi dari keringatmulah, setiap suapan yang menjadi air susu untuk kuminum
Ayah kuatu kau tak menemaniku setiap saat
Tapi aku tahu, di setiap doamu kau tak pernah lupa menyebut nama putra putrimu ini
Ayah, aku tak pernah mendengar tangisanmu yang ku pikir kau begitu kuat dan tegar
Tapi tidak, semua kau lakukan hanya ingin membuatku tak ragu untuk berlindung di lengan
dan dadamu ketika kumerasa tak aman
Ayah, kadang aku bertanya kenapa pelukanmu tak sehangat dan seerat pelukan ibu,
Fikirku, mungkinkan kau ak begitu menyayangiku
Tapi tidak, semua kau lakukan karena takut takbisa melepaskanku, ketika tiba saatnya kedewasaanku mengalihkan posisimu di sampingku
Ayah kenapa kau tak begitu khawatir dan takut, ketika aku terluka dan hampir putus asa
Kupikir kau tak begitu peduli terhadapku, tak seperti ibu yang selalu mengkhawatirkanku
Tapi aku salah, semua kau lakukan karena kau ingin aku tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kuat, dan sabar
Ayah setiap tetes keringatmu, di setiap derai lelah nafasmu, di situ ada pembelajaran untukku, di situ ada ilmu yang harus kupraktekkan
Meskipun surga di telapak kaki ibu, tapi ibu adalah tulang rusukmu ayah, kalian adalah peran penting dalam hidupku
Terimakasih ayah, kau telah mengajariku banyak hal, maafkan aku ayah yang masih belum bisa membahagiakanmu dan menjadi yang kau harapkan
Ayah, mungkin aku tak akan mampu membalas semua pengorbananmu, tapi doaku akan selalu terlantun untukmu
I miss you ayah. (dia)