Jelang Ramadan
Ramadan di Garut, Terancam Bencana Kekeringan
RAMADAN tahun ini datang bertepatan dengan musim kemarau.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam
GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ramadan tahun ini datang bertepatan dengan musim kemarau. Kondisi ini setidaknya menyebabkan bencana kekeringan dan krisis air bersih mengancam Garut pada Bulan Suci ini.
Terdapat puluhan desa di sejumlah kecamatan di Garut yang berada pada kondisi terancam bencana kekeringan tersebut.
Hal ini disampaikan Kasi Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan.
Tubagus mengatakan bencana kekeringan di Garut ini berada pada kondisi sangat rawan.
Kondisi ini diperparah dengan hasil perhitungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan anomali cuaca Indonesia memasuki musim kemarau.
"Di Garut, setidaknya ada 15 kecamatan yang terancam bencana kekeringan saat kemarau. Lebih dari 50 desa yang terkena dampak dari kekeringan ini. Rata-rata, kecamatan yang terancam kekeringan ini di Garut bagian utara," ujarnya, Selasa (16/6/2015).
Langkah antisipasi yang dilakukan, kata Tubagus, sejak dini sudah dilakukan BPBD.
Langkah koordinasi dengan sejumlah dinas dilakukan, termasuk dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan untuk menyiagakan mobil tanki penyuplai air bersih.
"Sebelumnya, ada 4 desa yang sudah dibantu dengan pembuatan sumur bor di Cibiuk, Limbangan, Selaawi, dan Cibatu. Hingga saat ini masih ada dan berfungsi, namun hanya mencukupi kebutuhan dua desa. Untuk desa lainnya yang tidak bisa dipenuhi, akan di-drop oleh PDAM, disesuaikan dengan permintaan," ujarnya.
Keberadaan sumur-sumur bor bantuan, ujarnya, sangat membantu saat Garut dilanda kekeringan.
Tidak sedikit warga yang sengaja datang dari desa lain ke lokasi sumur bor untuk mengambil air di lokasi itu.
Namun untuk suplai air dari mobil tanki PDAM, ujarnya, hanya akan dikirim satu tanki setiap permintaan dan hanya untuk kebutuhan makan serta minum, tidak untuk Mandi Cuci Kakus (MCK).
"Kekeringan Garut merupakan malapetaka akibat dari kurangnya penanaman pohon yang dilakukan. Hampir di seluruh wilayah yang terjadi kekeringan minim pohon tegakan. Kondisi ini mengakibatkan hilangnya sumber air di wilayah-wilayah itu," ucapnya. (*)
Jangan asal korek untuk bersihkan telinga, bisa fatal akibatnya---->http://bit.ly/1R2c63i
Posted by Tribun Jabar Online on Monday, June 15, 2015
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kekeringan_20150616_150031.jpg)