Donor Darah
Dokter Puskesmas Pun Ikut Mendonorkan Darahnya
Ratusan warga menyesaki Kantor PKK Kabupaten Garut di lingkungan Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (11/6).
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syari Abdussalam
GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ratusan warga menyesaki Kantor PKK Kabupaten Garut di lingkungan Pendopo Kabupaten Garut, Kamis (11/6). Mereka mendonorkan darahnya dalam kegiatan yang digelar PKK Kabupaten Garut, PT Chevron Geothermal Indonesia, dan PMI Kabupaten Garut dari pagi sampai sore tersebut.
Tidak hanya diminati warga umum, pelajar, anggota TNI, PNS, atau Polisi, sejumlah tenaga medis pun menyumbangkan darahnya, di antaranya dr Sri Cahyatiningsih, seorang dokter umum yang kini bertugas di Puskesmas Tarogong Garut.
Sri mengatakan darah menjadi elemen penting dalam tubuh yang berperan dalam metabolisme. Jika darah sudah rusak, katanya, maka metabolisme juga akan terganggu.
"Setetes darah menyelamatkan sesama. Hal itulah yang mendorong saya ikut donor darah. Tidak hanya memberikan kepada sesama, akan tetapi ada nilai lebih yang bisa didapatkan oleh seorang pendonor, yaitu tubuh yang lebih sehat karena sel arah menjadi kembali baru sehingga peredaran darah bisa lebih lancar," ujar Sri.
Waktu yang sehat untuk melakukan donor secara rutin adalah setiap 90 hari dan maksimal mencapai 120 hari sekali, kata Sri. Jika sudah masuk dalam jangka waktu itu, maka pendonor bisa kembali mendonor darahnya.
Sri menambahkan bahwa kini yang harus dirubah itu adalah mindset masyarakat tentang donor darah. Banyak masyarakat yang masih berpikiran jika donor darah itu akan menyakitkan dan bisa menghabiskan darah dalam tubuh.
"Sebenarnya malah dalam analisis kesehatan, jika seseorang melakukan donor darah, maka darahnya akan selalu bersih sehingga lebih sehat. Mindset yang harus diubah, diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa sadar karena ada dampak baik pada tubuh," katanya.
Sri menambahkan bahwa kebutuhan Garut atas stok darah semakin tinggi. Dalam waktu satu bulan saja bisa membutuhkan hingga 1.750 labu darah. Akan tetapi, permintaan ini belum bisa terpenuhi semuanya karena Garut baru bisa menyediakan sekitar 1.000 labu dalam sebulan.
Sehingga dari banyaknya kebutuhan akan darah ini, Sri mengatakam dirinya bersama dengan anggota PKK lainya terus mendatangi masyarakat untuk bisa mendonorkan darahnya, baik di sekolah, kecamatan, madrasah, dan tempat lainnya.
Hal serupa dikatakan seorang pendonor lainnya, Iqbal Gojali. Wartawan media cetak berumur 29 tahun ini mendonorkan darahnya untuk membantu sesama.
"Sehabis donor agak pusing. Tapi beberapa saat kemudian, saya bisa kerja lagi. Saya harap juga badan ini bisa memproduksi darah yang baru dengan cepat," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/dokter-di-garut-donor-darah-_-1_20150611_193244.jpg)