Senin, 27 April 2026

PPDB 2015 Kota Bandung

Banyak Orang Tua Bergelar Haji dan Sarjana di Pendaftaran Jalur Tidak Mampu

Pendaftar jalur SKTM jumlahnya gila-gilaan, di setiap SMK jumlahnya mencapai 500 orang keluarga tidak mampu.

Penulis: Kisdiantoro | Editor: Kisdiantoro
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
DAFTAR KE SMKN 1 BANDUNG - Sejumlah siswa didampingi orang tuanya menyerahkan berkas persyaratan dan mengisi formulir saat melakukan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2015-2016 di SMK Negeri 1, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu (3/6/2015). Pendaftaran PPDB ini berlangsung hingga 9 Juni, sedangkan untuk pengumuman peserta didik yang diterima 12 Juni dan daftar ulang diselenggarakan 13 Juni 2015. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015 di Kota Bandung, ditemukan data pendaftar calon siswa dari jalur afirmasi atau jalur keluarga tidak mampu yang diindikasikan sebagai keluarga mampu.

Indikasi itu adalah data orangtua siswa yang bergelar haji dan sarjana. Orangtua calon siswa dengan gelar tersebut ditemukan di sebuah SMA negeri di kawasan Kota Bandung bagian utara.

"Setelah dilakukan sosialisasi oleh FGII (Federasi Guru Independen Indonesia), FKGH (Forum Komunikasi Guru Honorer), dll, minat masyarakat untuk mendaftar dari jalur afrimasi (keluarga tidak mampu), sangat membludak. Sampai-sampai yang mampu pun masuk jalur ini, dan mereka memiliki SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu). Kami menemukan ada orangtua bergelar haji dan sarjana, itu artinya kan mereka mampu," jelas Iwan Hermawan, Sekjend FGII, via sambungan telepone, Rabu (10/6/2015).

Persoalan yang sulit dilakukan sekolah untuk memastikan bahwa pendaftar adalah benar dari keluarga tidak mampu, kata Iwan, tidak ada perintah dari pemerintah Kota Bandung untuk melakukan verifikasi data keluarga tidak mampu. Maka, ia menduga banyak ditemukan kasus serupa di sekolah-sekolah lain di Kota Bandung.

Pihak sekolah hanya diminta untuk menerima setiap pendaftar dari jalur afrimasi yang sudah memenuhi persyaratan. Sementara, penentu diterima atau tidak ada di tangan panitia PPDB 2015 di tingat Dinas Pendidikan Kota Bandung.

"Pendaftar jalur SKTM jumlahnya gila-gilaan, di setiap SMK jumlahnya mencapai 500 orang keluarga tidak mampu. Di SMA sudah sampai 120 orang lebih. Padahal yang akan diterima hanya 20 persen dari daya tampung sekolah," tambah Iwan.

Iwan berpendapat, mestinya di tingkat RT dan RW tidak boleh sembaranga mengelurkan rekomendasi SKTM. Pasalnya, pihak kelurahan atau kecamatan yang membuatkan SKTM hanya membuat berdasarkan data dari RT dan RW. (dia)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved