Gunung Sinabung Meletus
Ribuan Warga di Sekitar Gunung Sinabung Diungsikan Kembali
PEMERINTAH Kabupaten Karo mengevakuasi 1.800 warga di dua desa yang berada di radius 7 km dari kaki Gunung Sinabung, Rabu (3/6/2015).
Laporan Wartawan Tribun Medan/Feriansyah Nasution
MEDAN, TRIBUNJABAR.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Karo mengevakuasi 1.800 warga di dua desa yang berada di radius 7 km dari kaki Gunung Sinabung, Rabu (3/6/2015).
Mereka ditempatkan di Posko Gereja Paroki, Kabanjahe, Kabupaten Karo.

Puluhan warga saat dievakuasi pasca naiknya status Gunung Sinabung menjadi Awas di Desa Tiga Pancur, Karo, Rabu (3/6/2015). Seribuan warga yang berada pada radius 7 km di sebelah Selatan-Tenggara kembali di evakuasi ke lokasi aman, menyusul naiknya status Gunung Sinabung menjadi Awas karena terjadi peningkatan aktivitas secara signifikan dalam dua hari belakangan. (FOTO: TRIBUN MEDAN /DEDY SINUHAJI)
Kepala BPBD Kabupaten Karo, Subur Tarigan mengatakan, warga Desa Tiga Pancur di sisi Selatan Sinabung dan warga Desa Pintu Besi di sisi Tenggara Sinabung dievakuasi berdasarkan rekomendasi Badan Geologi yang menyebut aktivitas Sinabung dua hari terakhir meningkat tajam.
"Jumlahnya ada 1.800 pengungsi di Gereja Paroki Kabanjahe. Mereka dari Desa Tiga Pancur dan Desa Pintu Besi, yang lokasinya 7 km di sisi selatan dan tenggara Gunung Sinabung," ujar Subur dikonfirmasi Tribun Medan melalui selular, Rabu petang (3/6/2015).

FOTO: TRIBUN MEDAN /DEDY SINUHAJI
Desa lain yang turut masuk dalam rekomendasi Badan Geologi untuk direlokasi, dilansir tribun-medan.com, warganya memang sudah tidak lagi berada di tempat.
"Kalau desa yang lain dalam rekomendasi Badan Geologi itu kan memang sudah lama di relokasi. Jadi yang saat ini dievakuasi ke posko hanya dua desa itu," terangnya.

FOTO: TRIBUN MEDAN /DEDY SINUHAJI
Subur menyebut, warga dua desa tersebut akan berada di posko pengungsian hingga status kembali diturunkan.
"Mereka akan mengungsi sampai status diturunkan dari level Awas," ujarnya.
Terkait kebutuhan sembako dan air bersih, Subur mengatakan, semua sedang dalam persiapan.
"Tidak ada kendala. Semua sedang dipersiapkan," ujarnya. (*)
>>MENTERI AGAMA MINTA MAAF.. http://bit.ly/1GZonVmIni semata-mata karena ketidaktahuan saya atas pemandangan ulama yang mengharamkan ini...."
Posted by Tribun Jabar Online on Wednesday, June 3, 2015