Tren Media Sosial
Kader PDIP di DPRD Purwakarta Terancam di PAW
KESIMPULAN pimpinan partai itu terkait beredarnya foto kader mereka.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID -Pimpinan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Purwakarta menyimpulkan tiga kader mereka di DPRD Purwakarta, tidak menjunjung etika dan membawa malu bagi institusi partai.
Kesimpulan pimpinan partai itu terkait beredarnya foto kader mereka, yakni Ujang Rosadi kedapatan sedang bertato di sela kunjungan kerja di Bali. Foto Ujang Rosadi tengah bertato sendiri beredar di dunia maya.

"Kami sudah panggil dan periksa kader kami di DPRD yang pergi ke Bali. Kesimpulan sementara dalam pemeriksaan itu kader kami terindikasi melanggar etika kader partai. Sanksinya bisa Pergantian Antar Waktu (PAW)," ujar Sekretaris DPC PDIP Purwakarta, Gatot Sriyono melalui ponselnya di Purwakarta, Selasa (2/6/2015) petang.
Ia mengatakan para kadernya berdalih tindakan bertato di Bali dan kegiatan lainnya dilakukan di luar kunjungan kerja. Meski begitu, pimpinan partai berdalih bahwa itu tak patut dilakukan termasuk, parpol menilai jam kerja anggota DPRD 24 jam, bukan delapan jam seperti halnya PNS atau pun buruh pabrik.
"Jadi kalau mereka berkilah kegiatan tersebut dilakukan di luar jam kerja, kami kira itu keliru. Tugas DPRD itu melekat 24 jam. Tidak hanya kerja formalnya, tapi juga kerja sesuai etika," ujarnya.
Tidak hanya Ujang Rosadi, ia juga memanggil semua kadernya di DPRD yang ikut melakukan kunjungan kerja ke Bali.
"Semua kader kami yang pergi ke Bali kemarin dalam rangka kunjungan kerja juga kami panggil, mereka diperiksa pimpinan, apa benar mereka kunker atau malah sebaliknya," ujar Gatot.
Selain Ujang Rosadi, pimpinan partai juga memanggil kader lainnya yakni Anita Diana dan Warseno.
Berdasar pada pemeriksaan itu, saat ini kata Gatot pimpinan partai tengah membahas keberlangsungan kader mereka di DPRD. Termasuk, membahas sanksi seperti apa yang akan dijatuhkan.
"Sanksi ringan berupa peringatan, lisan atau tulisan. Itu pun bertahap SP 1 hingga 3. Sanksi berat berupa rekomendasi penggantian keanggotaan di DPRD. Kalau fatal, bisa PAW," ujarnya.
Sementara itu, Ujang Rosadi sendiri membantah ia melanggar etika partai. Apa yang dilakukannya tengah bertato, merupakan tato temporari.
"Silahkan periksa badan saya, ada tatonya enggak. Itu hanya tato temporari saja," ujar Ujang.
Ia menegaskan apa yang dilakukannya di dalam foto, diluar agenda kunjungan kerja. "Jadi kami di Bali itu kerja, bukan main-main. Ini harus dipahami dengan baik oleh semua pihak," ujar Ujang. (*)
>>MANTAN SUAMI NGAJAK RUJUK, MANTAN ISTRINYA ENGGAK MAU.. EH, SLEB! SLEB! DIBACOK TUH MANTAN ISTRINYA.. SELENGKAPNYA.. BACA http://bit.ly/1QmDf0FEcin mengalami luka parah pada kepalanya...
Posted by Tribun Jabar Online on Tuesday, June 2, 2015
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/anggota-dprd-purwakarta-tengah-pelesiran-di-bali_20150525_130358.jpg)