Rabu, 8 April 2026

Pelatihan Dinas Pertanian Kota Bandung

Ibu RT dan Karang Taruna Berlatih Olah Krispi Udang, Telur Asin, dan Sistik

pelatihan ini dilakukan guna untuk memberikan ilmu bagi warga Kota Bandung untuk bisa menjadi wirausaha

Penulis: dra | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUN JABAR/DONY INDRA RAMADHAN
Sejumlah peserta pelatihan pengolahan hasil pertanian, peternakan dan perikanan dari warga Kecamatan Bojongloa Kidul mendapatkan arahan dari Kabid Bina Usaha Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung di kantor Bojongloa Kidul, Kamis (28/5/2015). Ada 50 peserta yang mengikuti kegiatan ini dari berbagai kalangan. 

BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Sedikitnya 50 orang warga Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung mendapatkan pelatihan olahan pertanian, peternakan dan perikanan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung, di kantor Kecamatan Bojongloa Kidul, Kamis (28/5/2015).

Para peserta pelatihan sendiri terdiri dari ibu rumah tangga dan karang taruna. Para peserta sendiri diberikan pelatihan untuk mengolah bahan menjadi krispi udang, telor asin dan sistik. Dalam sehari penuh, para peserta mendapatkan teori yang disambung dengan praktik pengolahan.

Kepala Distan KP Kota Bandung, Elly Wasliah melalui Kabid Bina Usaha Distan KP, Tono Rudiantono, mengatakan, pelatihan ini dilakukan guna untuk memberikan ilmu bagi warga Kota Bandung untuk bisa menjadi wirausaha sendiri. Sebab, ia mengatakan, dalam lima tahun, pihaknya menargetkan untuk bisa mencetak 1000 wirausaha baru di Kota Bandung.

"Dengan jumlah 1000 itu kan perlu kerja keras lebih kuat lagi. Kita koordinasi dengan Kecamatan dan Kelurahan mengenai hal itu," ujar Tono.

Tono mengatakan, bukan saja pelatihan yang akan diberikan oleh Distan KP untuk menciptakan wirausaha baru, melainkan, pihaknya pun sudah menyiapkan bantuan fasilitas untuk warga termasuk yang mengikuti pelatihan ini agar bisa memaksimalkan usahanya. Bantuan berupa peralatan produksi disiapkan untuk mereka yang berniat menjadi wirausaha.

Untuk mendapatkan bantuan ini, lanjut Tono, warga atau calon wirausaha baru bisa mengajukan melalui proposal ke Distan KP dengan berkoordinasi dengan kewilayahan dalam hal ini kelurahan dan kecamatan.

"Biasanya mereka setelah pelatihan itu ada geliatnya minta bantuan. Jadi nyambung, pelatihan dulu, nanti penyediaan alatnya, nah untuk modalnya mungkin nanti nyambung dengan kredit melati," katanya. (dra)

Sumber: Tribun Jabar
Tags
pelatihan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved