Selasa, 14 April 2026

Wanita Ini Bobol Apartemen dan Coba Perkosa Pria yang Tengah Tidur

ia terbangun pada pukul 02.00 dan menemukan Gilman, yang beratnya hampir 101 kg, di atas badannya sedang berhubungan seks

Editor: Machmud Mubarok

SEATTLE, TRIBUNJABAR.CO.ID - Seorang wanita mencoba untuk memperkosa seorang pria tidur setelah membobol apartemennya pada tengah malam. Wanita itu, Chantae Marie Gilman (28), mengakui upaya pemerkosaan dan penyerangan ini, namun ia tidak mengetahui siapa korbannya dan tidak ingat apa yang terjadi.

Ibu tiga orang anak ini mengklaim dia menderita gangguan bipolar dan psikosis, naik ke tempat tidur korban saat ia sedang tidur.

"Setelah tiba di rumah, korban tertidur di tempat tidurnya (dan) tidur sangat sulit karena hari yang panjang," kata Detektif Roger Ishimitsu seperti dilansir Mirror.co.uk.

Korban mengatakan kepada polisi, ia terbangun pada pukul 02.00 dan menemukan Gilman, yang beratnya hampir 101 kg, di atas badannya sedang berhubungan seks, sambil memegang tangannya di atas kepalanya.

Dia kemudian meminta Gilman turun dan pergi dari apartemennya. Namun Gilman menolak dan menyuruhnya diam, demikian menurut laporan polisi. Pria, yang identitasnya dilindungi itu, kemudian berhasil meronta dan menendang, lalu keluar dari apartemen. Peristiwa ini terjadi pada bulan Juni 2013.

Gilman yang berasal dari Washington, AS, kemudian mengetuk pintu apartemen korban, tapi korban menolak untuk membukanya dan Gilman pun meninggalkan apartemen itu.

Korban lalu melapor ke Kantor Polisi di Seattle, Washington, sebelum menjalani pemeriksaan terkait penyerangan secara seksual. Petugas mengumpulkan bukti, termasuk mengekstraksi DNA Gilman.

Detektif Drew Fowler, dari Departemen Kepolisian Seattle mengatakan kepada Komo News: "Dari sudut pandang statistik, ya, itu adalah tipikal perempuan agresor, yang terlalu agresif dengan persoalan seks. Tapi kami bekerja untuk menahan semua orang yang bertanggung jawab atas tindakan mereka. Hukum secara khusus ditulis untuk berbuat adil secara gender dan kami akan menghukum siapa saja atas kejahatan yang telah mereka lakukan".

Gilman mengaku bersalah atas upaya kejahatan itu dan dijadwalkan akan dihukum pada 19 Juni. Dia pun diwajibkan untuk melakukan layanan sosial selama dua tahun masa sejak keluar dari tahanan. (mac/tribunjabar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved