Breaking News:

Cerpen Maria Magdalena Bhoernomo

Hanacaraka

Sambil memandangi wajah dan postur tubuhnya, Hanacaraka merasa masih layak untuk berkiprah di ranah politik, sebagai gubernur atau bupati.

Ajaib. Setelah sejumlah wartawan abal-abal dan sejumlah perawat memotretnya, serta pidatonya mendapat tepuk tangan meriah, Hanacaraka tiba-tiba bangkit dari kursi rodanya. Wajahnya cerah ceria. Hanacaraka betul-betul sembuh dan langsung tampak segar bugar.

Tim dokter terheran-heran melihat kenyataan aneh itu meskipun mereka gembira karena terapi baru yang mereka coba ternyata membuahkan hasil yang menggembirakan. Mereka akan mengiklankan terapi baru itu di semua media agar semua purnawirawan dan mantan pejabat yang menderita post power syndrome bisa disembuhkan seketika sebagaimana Hanacaraka. Di negeri ini, sangat banyak purnawirawan dan mantan pejabat yang menderita post power syndrome.

Atas persetujuan Hanacaraka, tim dokter segera memasang iklan terapi baru itu di semua media. Hanacaraka dijadikan bintang iklannya.

Iklan itu berisi sederet rekaman kamera pada saat Hanacaraka yang sedang sakit berpidato dengan duduk di kursi roda tapi tiba-tiba bangkit berdiri dalam kondisi segar bugar. Ada kalimat menarik di bawah deretan gambar Hanacaraka: Para purnawirawan dan mantan pejabat perlu mencoba terapi baru yang langsung bisa menyembuhkan post power syndrome.

Di luar dugaan, iklan itu ternyata mendapat respons luar biasa. Di luar dugaan pula, ternyata di negeri ini banyak purnawirawan dan mantan pejabat yang menderita post power syndrome dan ingin berkiprah di ranah politik sebagai kepala daerah walaupun mereka sedang sakit-sakitan atau bahkan banyak juga yang terpuruk oleh stroke.

Tim dokter sangat gembira karena keesokan harinya banyak purnawirawan dan mantan pejabat yang mendaftarkan diri untuk mencoba terapi baru meskipun biayanya sangat mahal.

Tim dokter betul-betul cerdik memanfaatkan situasi. Biaya sekali terapi baru itu sangat mahal, seratus juta rupiah, tapi peminatnya sangat banyak sehingga harus rela antre panjang. Biaya sangat mahal memang tampak logis karena untuk menggelar acara rapat terbuka di aula harus melibatkan ratusan orang yang semuanya mendapat honor.

Layaknya pentas teater kolosal, terapi baru itu disusun dengan cermat. Bahkan tim dokter perlu mengundang sutradara dan pemain teater profesional untuk terlibat, agar terapi baru itu lebih serius sehingga efeknya bisa menimbulkan semangat baru yang akan langsung membuat pasien sembuh seketika dari post power syndrome yang dideritanya.

Betul-betul aiaib. Semua purnawirawan dan mantan pejabat yang mengidap post power syndrome langsung sembuh setelah mencoba terapi baru itu.

Namun, sebulan berikutnya, Hanacaraka dan semua purnawirawan dan mantan pejabat yang sudah kembali sehat itu tiba-tiba ambruk lagi gara-gara tidak ada partai yang sudi merekrut mereka untuk dijagokan menjadi calon kepala daerah dalam pilkada.

Halaman
1234
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved