Longsor Cibitung

Warga Kampung Cibitung Sudah Minta Pihak Desa Waspada, Tapi. . .

"Saya berharap bisa segera ada bantuan."

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Longsor di Kampung Cibitung, RT 1/15, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Selasa (5/5/2015). (FOTO: TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Wijaksana

PANGALENGAN, TRIBUNJABAR.CO.ID  - Satu minggu sebelum longsor terjadi, warga Kampung Cibitung sudah pernah mengungsi. Pasalnya retakan tanah yang berjarak satu kilometer dari pemukiman itu membuat warga ketakutan.

Ain (50) menuturkan, warga sebenarnya sudah diminta pihak desa untuk waspada. Namun pihak PT Star Energy menjamin tak akan terjadi apa-apa. Warga pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke rumah.

"Katanya retakan tanah di dekat pipa itu sudah aman. Memang lagi dibetulin juga kan. Karena sudah ada jaminan kita berani kembali ke rumah," kata Ain, Rabu (6/5/2015).

Sejak pipa panas bumi dibangun sekitar tahun 1998, diakui Ain tidak pernah terjadi ledakan atau kebocoran gas. Selama ini warga juga merasa aman.

"Saya berharap bisa segera ada bantuan. Bisa punya tempat tinggal lagi. Soalnya saya juga sudah tidak punya harta. Semuanya sudah rata sama tanah," ujarnya. (wij)

#LONGSORCIBITUNG TURUT PRIHATIN.. SEMOGA SAUDARA-SAUDARA KITA INI BISA DIKUATKAN, TABAH, SABAR MENGHADAPI COBAAN.....

Posted by Tribun Jabar Online on Tuesday, May 5, 2015

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved