Cerpen Dadan Sutisna

Cinta Ada Matinya

DIPA tak menduga doanya akan dikabulkan. Ini malam ketujuh setelah ia beralih wujud menjadi telepon genggam.

Editor: Hermawan Aksan

"Sudah seminggu aku tidak melihat Si Kumal, padahal biasanya dia selalu menguntitku."

"Ha-ha-ha, lelaki gembel yang sering kauceritakan itu? Mungkin sudah menggantung diri dengan tambang penolakanmu."

"Dia tak boleh mati. Itu satu-satunya hiburanku di kampus. Aku selalu ngakak dengan kekonyolannya!"

Mereka terdiam. Dipa hanya mendengar bisikan dan bunyi kecupan, sebelum ia tertidur kembali.

Menjelang subuh Dipa bangun lagi. Dengkuran itu begitu mengganggu. Tas kecil sudah berpindah, dan kini ia dapat melihat pemandangan di atas kasur. Gadis itu sedang mendengkur dengan mulut menganga.

**

JUMAT pagi Dipa mendapati dirinya duduk kembali di dalam kelas. Ah, doaku dikabul lagi, gumamnya. Dosen belum datang, sementara teman-temannya hiruk-pikuk dengan kesibukan masing-masing.

"Hai, Dipa, kau ke mana saja? Seminggu ini kami kehilanganmu!" seseorang yang sangat ia kenal tiba-tiba berdiri di hadapannya.

"Hilang selamanya pun tak apa-apa," Dipa tersenyum nyinyir. "Menurutmu, di dunia ini ada berapa gadis cantik yang punya kebiasaan tidur mendengkur dengan mulut menganga?"

"Pertanyaan aneh di pagi yang indah. Emh, mungkin ada, ya, tapi bukan aku di antaranya. Kebanyakan wanita selalu menjaga penampilannya bahkan ketika ia sedang tidur."

"Begitu, ya. Mudah-mudahan itu bukan kebiasaan buruk," Dipa berdiri. "Oh iya, aku kira, saat ini kau memakai celana dalam warna merah, dengan motif bunga-bunga kecil di bagian atasnya. Aku juga sedikit menyimpulkan, celana itu sudah kaupakai sejak tiga hari lalu."

Dipa berjalan keluar dengan cuek. Tawa meledak di sana-sini. Gadis itu mengejar dengan wajah memerah, menarik pundak Dipa dan menyumpahinya. "Keparat, ini penghinaan paling keji sepanjang hidupku!"

Dipa kembali tersenyum. "Dan pakaian kotor itu masih ada di bawah tempat tidur, kan?"

Gadis itu semakin murka. Bibirnya bergetar hampir tak mampu berkata, binar matanya seolah-olah bertanya: Sialan, kau tahu dari mana?

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved