Konferensi Asia Afrika
Mahasiswa Tolak Konsep Neoimperalisme
Informasi yang dihimpun, aksi unjuk rasa itu dilakukan sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR).
Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUN - Aksi unjuk rasa kembali dilakukan sejumlah mahasiswa dan sejumlah aktivis di depan Gedung Sate, Jalan Dipenogoro, Jumat (24/4). Aksi unjuk rasa itu pun berkaitan dengan puncak peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Kota Bandung pada hari ini.
Informasi yang dihimpun, aksi unjuk rasa itu dilakukan sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR). Aksi unjuk rasa tersebut diikuti puluhan massa yang mendesak pemerintah Indonesia untuk menolak konsep neoimperalisme.
Sebelumnya, belasan mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Masjid Ukhuwah, Jalan Aceh, Kecamatan Sumur Bandung, Jumat (24/4). Mereka membawa sejumlah spanduk bertuliskan KAMMI.
Selain itu mereka menuliskan sejumlah tuntutan di atas kertas. Dalam aksi mereka berteriak "Hidup Mahasiswa". Mereka dijaga ketat aparat kepolisian yang sudah memantau pergerakan pedemo sejak pagi.
Aksi unjuk rasa itu hanya berlangsung sekitar lima menit. Setidaknya lima tuntutan yang mereka lontarkan dalam aksi unjuk rasa itu. (cis)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mahasiswa-demo-tolak-neoimperealisme_20150424_155411.jpg)