Sejarah

Fakta Menunjukkan, Julius Caesar Didiagnosa Alami Stroke

DIKTATOR zaman Romawi ini mengalami serangan stroke di Spanyol dan Afrika.

Fakta Menunjukkan, Julius Caesar Didiagnosa Alami Stroke
Thinkstockphoto
Ilustrasi Julius Caesar, sekutu yang akhirnya berubah jadi musuh bagi Pompey. 

TRIBUNJABAR.CO.ID - Selama ini Julius Caesar dikenal memiliki penyakit seperti vertigo, pusing yang berlebih, hingga kesulitan bergerak.

Berkat penemuan ini, apa yang diderita Julius Caesar semakin jelas. Ia mengalami serangan stroke.

Diktator zaman Romawi ini mengalami serangan stroke di Spanyol dan Afrika.

Serangan pertama diperkirakan terjadi pada 46 sebelum Masehi di Thapsus yang kini menjadi Tunisia dan kedua terjadi di Cordoba, Spanyol saat usianya menginjak 50 tahun.

BACA: Stop Hobi Marah-marah! Sifat Itu Picu Stroke Tiga Kali Lipat

mr

Suetonius mengklaim bahwa Caesar mendadak tak sadarkan diri dan menyebut kondisi itu sebagai morbis comitialis.

Sementara berdasarkan tulisan Plutarch, ia menuliskan bahwa Caesar tak sadarkan diri saat berada di Thapsus dan terpaksa dibawa meninggalkan medan pertempuran untuk beristirahat dengan tenang.

BACA: Pasien Stroke Lebih Cepat Pulih dengan Terapi Musik

BACA: Mengatasi Dislipidemia, Pemicu Stroke di Usia Muda

“Adanya teori bahwa Caesar mengidap epilepsi tampaknya tidak mempunyai bukti yang valis. Jika meneliti lebih dalam, fakta menunjukkan bahwa sebenarnya Caesar didiagnosa mengalami stroke,” ujar Francesco M Galassi kepada Discovery News.

Menurut Galassi, Suetonius menggunakan istilah morbus comitialis yang merupakan istilah sangat umum dan tidak menyebutkan sebagai epilepsi. (*)

//

UPDATE PERSIB: DIPIKIR SAMBIL NGOPI, BENER GAK SIH OMONGAN INI, "DARIPADA PSSI DIBEKUKAN MENDINGAN PARPOL YANG DIBEKUKAN," ATAU MEDINGAN DEMO?BACA ===>http://goo.gl/N3q4r1

Posted by Tribun Jabar Online on Saturday, April 18, 2015
Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved