Jumat, 10 April 2026

Banjir Dayeuhkolot

Siswa SD Andir 1 Dibawa Relawan Supaya Tidak Trauma Banjir

Dedeh, guru kelas 1 mengatakan, dari 300 siswa sebanyak 90 persennya masuk sekolah. Sisanya masih mengungsi bersama keluarga mereka.

Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Machmud Mubarok
TRIBUN JABAR/FIRMAN WIJAKSANA
Guru SDN Andir 1, Kecamatan Baleendah membersihkan lumpur sisa banjir yang merendam sekolah, Senin (6/4). 

BALEENDAH, TRIBUNJABAR.CO.ID - Guru dan Siswa SDN Andir 1, Baleendah harus kembali membersihkan ruangan sekolah. Lumpur sisa banjir masih merendam halaman sekolah usai banjir yang terjadi kemarin.

Meski sekolah terendam banjir, para siswa tetap antusias untuk datang ke sekolah. Bersama para guru, ratusan siswa SDN Andir bekerja bakti membersihkan sekolah. Usai bekerja bakti, para siswa dibawa ke sebuah lapang untuk diberikan trauma healing oleh relawan.

Dedeh, guru kelas 1 mengatakan, dari 300 siswa sebanyak 90 persennya masuk sekolah. Sisanya masih mengungsi bersama keluarga mereka. Banjir yang masih merendam sekolah hingga pukul 07.00 membuat pembelajaran harus dihentikan.

"Jadinya siswa dibawa sama relawan setelah bersih-bersih. Biar enggak trauma sama banjir. Apalagi di sini sering kebanjiran," ujar Dedeh yang masih memberikan ruang kelas, Senin (6/4).

Menurut Dedeh, pada hari Sabtu (4/4) pihan sekolah bersama warga juga sudah membersihkan lokasi sekolah setelah banjir sempat menerjang pada hari Jumat. Namun banjir kembali datang pada Sabtu sore dan membuat lokasi sekolah tak bisa digunakan.

"Rencana relokasi sekolah itu kewenangan pemerintah. Kita nunggu saja yang penting siswa bisa sekolah. Selama ini antusias siswa untuk belajar juga masih tinggi," katanya. (wij)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved