ISIS Hancurkan Salib Lalu Ganti dengan Bendera Hitam
Ini telah berlangsung selama beberapa waktu, kampanye sistematis untuk membersihkan wilayah tersebut dari setiap sisa-sisa kekristenan
NINIWE, TRIBUNJABAR.CO.ID - Gambar terbaru yang dirilis kelompok teroris ISIS hari ini
memperlihatkan aksi ISIS menghancurkan salib-salib dan ikon-ikon Kristen lainnya memakai palu di gereja-gereja Irak, lalu mengibarkan bendera hitam ISIS di puncak gereja.
Foto-foto terbaru itu menunjukkan personel ISIS merusak gereja-gereja di Niniwe, ibukota kuno kerajaan Asyura. Anggota ISIS berpakaian sipil itu menjungkirbalikkan patung-patung, menghancurkan salib dan menggantinya dengan bendera ISIS.
Gambar yang disediakan oleh Middle East Media Research Institute (MEMRI) itu menurut MEMRI adalah bukti terbaru dari ISIS untuk membersihkan kekhalifahan dari pengaruh Kristen. ISIS mengklaim peninggalan kuno itu meru[akan penyembahan berhala yang melanggar hukum Islam seperti yang mereka tafsirkan.
"Mereka tidak peduli apa namanya; mereka hanya mengikuti ideologi mereka dan itu berarti menyingkirkan gereja dan minoritas. Ini adalah Negara Islam, dan tidak ada ruang untuk orang lain. Ini telah berlangsung selama beberapa waktu, kampanye sistematis untuk membersihkan wilayah tersebut dari setiap sisa-sisa kekristenan," kata Direktur MEMRI Steven Stalinsky, sebagaimana dilansir Daily Mail, Senin (16/3).
Pada bulan Februari, ISIS memenggal 21 orang Kristen Koptik Mesir di tepi Libya dan kemudian menculik lebih dari 220 orang Kristen Assyria ketika pasukan ISIS menyapu sekitar 12 desa. Ribuan orang Kristen Irak lainnya telah meninggalkan rumah mereka karena ketakutan dan terpaksa bermukim sementara di wilayah sekitarnya.
Uskup Agung Silvano Tomasi, diplomat tinggi Vatikan di PBB di Jenewa, kemarin, mengatakan orang-orang yang mengaku jihadis itu telah melakukan 'genosida' dan harus dihentikan. Vatikan menentang intervensi militer di wilayah tersebut.
ISIS saat ini menguasai petak tanah sedikit lebih besar dari Inggris, dari Aleppo ke Irak tengah.
Awal bulan ini, pasukan ISIS menyerbu kota Asiria Nimrud di Irak utara, menghancurkan patung-patung bersayap berusia 3.000 tahun yang ditempatkan di gerbang Istana Ashurnasirpal. Mereka juga membuldoser 2.000 tahun Hatra - situs Warisan Dunia UNESCO yang lain.
Dalam beberapa pekan terakhir, ISIS juga meledakkan bom di sekitar Perpustakaan Pusat Mosul, menghancurkan sebanyak 10.000 buku dan manuskrip yang tidak ternilai dan tak tergantikan. (mac/tribunjabar)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/isis-hancurkan-salib.jpg)