16 WNI Ditangkap di Turki
Aisyahnaz Pernah Hilang Kontak pada Tahun 2010
Dari data di Disdukcasip Aisyahnaz tercantum dalam Kartu Keluarga (KK) Mahfuouzt Firdaus pada tahun 2006.
Penulis: Firman Wijaksana | Editor: Dedy Herdiana
SOREANG, TRIBUNJABAR.CO.ID - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcasip) Kabupaten Bandung Salimin mengatakan, ayah Asyahnaz pernah menikah dengan warga Lampung. Namun telah berpisah sejak tahun 1990.
Dari data di Disdukcasip Aisyahnaz tercantum dalam Kartu Keluarga (KK) Mahfuouzt Firdaus pada tahun 2006.
Yang bersangkutan, lanjut Salimin, juga pernah hilang kontak pada tahun 2010. Dari informasi yang didapatnya, selama hilang kontak Asyahnaz tinggal di Jakarta.
"Saat perlu KTP yang bersangkutan kembali lagi ke Bandung. Dia juga baru rekamkan untuk akta kelahiran pada 18 September 2014," katanya.
Sebelumnya, satu warga Kabupaten Bandung atas nama Asyahnaz Yasmin menjadi satu dari 16 WNI yang ditangkap di Turki. Asyahnaz merupakan warga Kampung Babakan Ciparay, RT 1/6, Desa Rancakasumba, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. (wij)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/mahfouzt-firdaus-coba-bunuh-diri.jpg)