Pasar

Harga Beras di Garut Masih Tergolong Mahal

Kenaikan harga, juga dialami komoditas pangan lainnya, seperti ikan, beberapa jenis sayuran, dan cabai.

GARUT, TRIBUNJABAR.CO.ID - Harga beras di Pasar Induk Guntur, Garut, masih dirasakan warga terlalu mahal. Kenaikan harga pun dialami komoditas pangan lainnya, seperti ikan, beberapa jenis sayuran, dan cabai.

Kasubag UPTD Pasar Induk Guntur, Ahmad Wahyudin, mengatakan sejak harganya naik, beberapa pekan lalu, harga beras masih bertengger di kisaran harga tinggi.

Beras IR kualitas 1 berharga Rp 10 ribu per kilogram, IR kualitas 2 berharga Rp 9 ribu, beras jenis setra Rp 12 ribu, beras jember Rp 12 ribu, pandan wangi Rp 12 ribu, dan sarinah Rp 12 ribu.

"Beras ketan pun mengalami kenaikan harga sejak dua minggu lalu. Awalnya Rp 9.500 per kilogram, menjadi Rp 11 ribu per kilogram. Ini menyulitkan para perajin dodol garut. Apalagi gula putih Rp 10.500," kata Ahmad, Jumat (13/3).

Berbagai jenis cabai pun memiliki harga yang terbilang tinggi, di antaranya cabai merah gepeng Rp 35 ribu, cabai merah keriting Rp 15 ribu, cabai rawit hijau Rp 20 ribu, dan cabai rabit merah Rp 35 ribu per kilogram.

Harga tomat berasa di kisaran rendah, dari normalnya Rp 5 ribu menjadi Rp 2 ribu perkilogram, wortel Rp 6 ribu, kol Rp 3 ribu, buncis Rp 8 ribu, kentang Rp 10 ribu, bawang merah Rp 16 ribu, dan bawang putih Rp 14 ribu per kilogram.

Kenaikan harga dialami ikan mas tawar dari Rp 22 ribu jadi Rp 28 ribu per kilogram. Ayam berharga Rp 27 ribu, daging sapi Rp 92 ribu, dan telur ayam Rp 17 ribu.

"Garut kesulitan mendapat pasokan ikan dari Cirata. Begitupun dengan ikan lokal. Katanya, kesulitan ini terjadi akibat permasalahan benih ikan," katanya. (sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved