Diskusi APBD di Purwakarta
Kemakmuran Bisa Diciptakan dari Roti dan Kopi
IA mempertanyakan apakah birokrasi mengenal pelatihan menyeduh kopi dan membuat kue.
Penulis: Mega Nugraha | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha
PURWAKARTA,TRIBUNJABAR.CO.ID -Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menegaskan kultur birokrasi di Indonesia sering kali tidak efisien. Ia mencontohkannya dalam segelas kopi dan sepotong kue. Ia mempertanyakan apakah birokrasi mengenal pelatihan menyeduh kopi dan membuat kue.
"Padahal kopi dibutuhkan untuk sajian tamu. Karena birokrasi enggak bisa bikin kopi, akhirnya kopi dan kuenya harus minta ke rumah makan yang harganya jauh lebih tinggi dibanding kopi bikinan sendiri," ujar Dedi diskusi APBD Untuk Kesejahteraan Rakyat di Gedung Citraresmi Purwakarta, Senin (9/3/2015) malam.
Hadir saat itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi. Lalu hadir juga Ketua BPK RI Harry Azhar Azis.
Karenanya, kata Dedi, jika prinsip efisiensi anggaran bisa dipahami secara baik oleh setiap pemerintah daerah, itu merupakan hal yang luar biasa.
"Lalu apakah birokrat bisa bikin kue? Padahal kalau bisa bikin kue, maka anggaran makan dan minum yang disajikan dalam dus untuk rapat bisa dibuat dengan biaya murah. Jadi saya pikir bicara efisiensi dengan sepotong kue dan kopi saja bisi bikin kemakmuran," ujar Dedi.
Menurutnya, birokrasi merupakan hal sangat sederhana. Karenanya, itu harus dirumuskan pula dengan sederhana.
"Dan saya telah memulai itu di Purwakarta dan dampaknya, perlu kami sampaikan bahwa Purwakarta membanggakan. Pertama pendidikan hingga SMA sudah dijamin negara untuk orang kaya dan miskin, tiap kelas ada toilet, harga kelas tdk mahal. Lalu seluruh orang kaya dan miskin boleh masuk ke 11 rumah sakit yg sudah menjalin MOU dengan kami," katanya. (men)
//