Prof KH Anwar Musaddad Diajukan Menjadi Pahlawan Nasional
Pemda sekarang memerhatikan apa saja yang tercantum dalam UU RI nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
GARUT, TRIBUN - Seminar Nasional Pengusulan Almarhum Prof KH Anwar Musaddad sebagai Pahlawan Nasional digelar di Pendopo Garut, Kamis (5/3). Musaddad terkenal sebagai ulama juga cendikiawan asal Garut yang telah berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Kegiatan tersebut diisi oleh Prof Dr Nina Herlina Lubis MS, Prof Dr Susanto Zuhdi M Hum, Dr Muhammad Iskandar MHum, Dr Ading Kusdiana MSi, dan KH Usep Romli HM, sebagai pembicara.
Seminar tersebut digelar sebagai syarat pengajuan Almarhum Prof KH Anwar Musaddad sebagai Pahlawan Nasional. Kegiatan yang digelar Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah Provinsi Jawa Barat serta Bupati Garut Rudy Gunawan ini dihadiri berbagai kalangan masyarakat.
Dalam buku biografinya yang ditulis oleh Nina Lubis, Anwar Musaddad berjuang untuk kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan Indonesia dalam bidang pendidikan, di antaranya sebagai peletak fondasi pembentukan Institut Agama Islam Negeri, pengembangan ilmu Agama Islam, dan perbandingan agama.
Selein itu, beliau terkenal aktif di bidang politik dan pemerintahan, di antaranya keterlibatannya dalam Sarekat Islam, Pimpinan Hizbullah yang aktif melawan penjajahan Belanda, berhadapan dengan pemberontak DI/TII, dan menjabat sebagai tokoh PB NU.
Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan mendukung penuh pengusulan Almarhum Prof KH Anwar Musaddad sebagai Pahlawan Nasional. Hal ini ditunjukkan dalam aktifnya Pemerintah Kabupaten Garut dalam rangkaian pengusulan tersebut.
"Pemda sekarang memerhatikan apa saja yang tercantum dalam UU RI nomor 20 tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan. Karenanya, kami optimis Anwar Musaddad bisa menjadi pahlawan nasional," kata Rudy di sela kegiatan tersebut.
Bupati mengatakan akan menggunakan nama Anwar Musaddad sebagai nama jalan bypass Tanjung penghubung Banyuresmi dan Tarogongkaler. (Sam)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pengusulan-almarhum-prof-kh-anwar-musaddad-jadi-pahlawan.jpg)