Selasa, 7 April 2026

Tiga PSK Itu Mengaku Hasil Jerih Payahnya Digunakan untuk Hal Baik

Di Mapolres Cirebon Kota, ketiga wanita muda itu mengaku terpaksa menjadi PSK guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan anak.

Penulis: roh | Editor: Dedy Herdiana

CIREBON, TRIBUN - AS (23), DH (20), dan SA (29) digiring ke Mapolres Cirebon Kota bersama SD (28). Mereka terjaring razia Satuan Sabhara pada Sabtu (21/2/2015) malam di Jalan Sukalila, Kota Cirebon.

Tiga wanita merupakan seorang pekerja seks komersial (PSK), sedangkan satu lagi tukang ojek yang mengantar-jemput para PSK tersebut.

Di Mapolres Cirebon Kota, ketiga wanita muda itu mengaku terpaksa menjadi PSK guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan anak. Sementara mereka tidak memiliki pekerjaan lain.

"Saya punya anak dua, tapi tak punya suami. Untuk hidup kedua anak, terpaksa saya begini," kata AS.

Sementara DH mengaku menjadi PSK untuk meringankan beban keluarga. "Baru setahun kerja begini, untuk meringankan beban keluarga saja," kata wanita yang belum punya anak ini.

Lain lagi dengan SA, mengaku sudah dua tahun jadi PSK. Dia terpaksa menjadi PSK untuk mencari modal buat menjalankan bisnis. "Ingin sekali lepas dari pekerjaan seperti ini. Makanya saya sedang menabung buat modal usaha," ujarnya.

Sebelumnya, tiga PSK dan seorang tukang ojek wanita terjaring razia Satuan Sabhara Polres Cirebon Kota ketika sedang mencari pelanggan di Jalan Sukalila, Kota Cirebon. Keempat wanita itu kemudian dibawa ke Mapolres Cirebon Kota untuk dibina. (roh)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved