Elpiji 3 Kg Sulit Diperoleh di Sumedang
Menurutnya, dari hasil pengecekan itu diketahui tingkat konsumsi gas elpiji 3 kg melonjak pada bulan ini.
Penulis: Deddi Rustandi | Editor: Kisdiantoro
SUMEDANG, TRIBUN – Selama seminggu warga Sumedang kesulitan mendapatkan gas elpiji tabung 3 kg. Untuk mendapat si melon ini warga Sumedang harus mencari dari warung ke warung dan harganya melonjak sampai Rp 20-22 ribu. "Saya mencari keliling ke setiap warung sampai ke agen serta pangkalan ternyata gas tiga kilogram kosong," kata Komala (36) asal Bandungan, Sumedang Utara, Senin (16/2/2015).;
Menurutnya, ia baru mendapat gas di sebuah warung di daerah Talun dengan harga Rp 20 ribu.
Dicky Rubiana Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menyebutkan, kelangkaan gas elpiji 3 kg di Sumedang, karena terjadinya peningkatan konsumsi di masyarakat. “Kami melakukan pengecekan setelah mendapat laporan, ternyata permintaan gas 3 kg itu tinggi. Sementara pasokan Pertamina normal,” katanya, Senin (16/2/2015).
Menurutnya, dari hasil pengecekan itu diketahui tingkat konsumsi gas elpiji 3 kg melonjak pada bulan ini. “Permintaan elpiji meningkat sementara pasokan Pertamina normal tak ada penambahan akibatnya tabung gas elpiji 3 kg itu cepat habis di tingkat pengecer,” kata Dicky.
Setiap bulan kebutuhan elpiji 3 kg di SUmedang mencapai 759 ribu tabung. (std)