Banjir di Kota Bandung
Ruang Kelas Penuh Lumpur, Pelajar SMPN 42 Bandung Tak Bisa Belajar
Kadisdik juga bilang ini situasional saja, jadi yang rumahnya dekat yang kebetulan tadi datang pakai seragam kita minta pulang dulu terus ganti baju
Penulis: dra | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUN - Lumpur setebal 20 sentimeter masih menutup lapangan sekolah SMPN 42 Bandung, Jalan Manjahlega, Kelurahan Margasari Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Senin (9/2/2015). Akibatnya, kegiatan belajar mengajar di sekolah terganggu.
Kepala sekolah SMPN 42 Bandung, Agus Komar, mengatakan, lumpur tersebut merupakan bekas banjir luapan Sungai Cidurian yang berada tepat di samping sekolah tersebut pada Jumat (6/2/2015). Saat itu, lanjut Agus, banjir setinggi betis kaki orang dewasa merendam sekolah tersebut.
"Hari sabtu kebetulan memang tidak ada proses belajar jadi kita bersihkan sekolahan dibantu para siswa. Tapi siang air datang lagi," ujar Agus kepada Tribun saat ditemui di sekolah SMPN 42 Bandung.
Akibat banjir yang merendan lantai bawah sekolah tersebut, 20 ruangan kelas maupun guru menyisakan lumpur, bahkan lumpur pun setebal 20 sentimeter menutup lapangan SMPN 42. Agus mengatakan, dengan adanya lumpur yang hampir mengelilingi seluruh bagian sekolah, proses belajar mengajar pun terganggu. Pihaknya terpaksa meminta kepada siswa bagi yang ingin membantu membersihkan bisa ikut serta datang kesekolah.
"Kadisdik juga bilang ini situasional saja, jadi yang rumahnya dekat yang kebetulan tadi datang pakai seragam kita minta pulang dulu terus ganti baju dan ikut bantu membersihkan, tapi yang rumahnya jauh diinstruksikan belajar dirumah," ujarnya. (dra)