Pelajar SMK Tewas Dikeroyok
Ketua DPRD Cirebon: Geng Motor Harus Ditindak, Tapi. . .
DIA pun setuju geng motor ditindak.
Penulis: roh | Editor: Dicky Fadiar Djuhud
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ida Romlah
CIREBON, TRIBUNJABAR.CO.ID - Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Mustofa mengatakan, keberadaan geng motor telah meresahkan masyarakat. Dia pun setuju geng motor ditindak. Bahkan, katanya, penindakan terhadap geng motor jangan pandang bulu.
"Mau anak pejabat atau siapapun dia harus ditindak. Geng motor harus ditindak, tapi jangan main hakim sendiri," kata Mustofa di sela-sela menghadiri serah-terima jabatan Danrem 063/SGJ di Makorem 063/SGJ Cirebon, Senin (9/2/2015).
Hanya, kata dia, geng motor bukan berarti setiap orang yang gabung dalam kelompok bermotor. Pasalnya, ada juga kelompok bermotor yang bersikap baik, atau tak berutal seperti geng motor.
Sebelumnya, seorang pelajar SMK Da'arul Kawakib Tegalgubug, Khusni (16) meninggal dunia diduga dikeroyok massa. Remaja itu disangka bagian dari geng motor karena ia bersama temannya sempat konvoi bersepeda motor di Jalan Bayalangu Lor, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, Minggu (8/2/2015) dini hari.
Namun saat konvoi itu, diduga Khusni yang memboncengkan Sofi (15) dan Bahar (15) tertinggal rombongan. Mereka pun jadi bulan-bulanan warga hingga terluka bahkan meninggal dunia.
Sampai saat ini, polisi belum bisa memastikan apakah ada keterkaitan antara korban pengeroyokan dengan geng motor. Polisi masih mendalaminya. (roh)