Success Story

Febrianti Almeera Tak Menyerah Ketika Terjatuh (bagian 2)

SEPAK terjang kehidupan yang dialami Febrianti Almeera membuatnya berpikir bahwa hidup bukanlah tentang apa yang ia rencanakan.

Editor: Hermawan Aksan

# Curhat di Blog Hingga Bentuk Komunitas

SEPAK terjang kehidupan yang dialami Febrianti Almeera membuatnya berpikir bahwa hidup bukanlah tentang apa yang ia rencanakan melainkan apa yang telah digariskan. Saat keadaannya terpuruk dan tidak berani bercerita kepada orangtuanya, ia mencurahkan segala isi hatinya di blog pribadinya. Dari situlah, ia sadar membutuhkan lingkungan yang berbeda dari lingkungan yang ia miliki sekarang. Ia membutuhkan lingkungan yang memiliki visi dan misi yang sama dengannya, membantunya untuk menjadi muslimah yang lebih baik.

"Saat itu lingkungan saya enggak ada yang men-support saya. Teman-teman tuh bener-bener having fun aja, nganggep ada Tuhan aja enggak. Saya butuh lingkungan, kalau enggak ada saya bikin lingkungan, akhirnya gimana kalau bikin komunitas aja? Karena nama blog saya itu Never Ending Learn to be A Great Muslimah akhirnya nama komunitasnya Great Muslimah," kata Pepew, panggilan akrabnya.

Saat membuat komunitas ini, Pepew menegaskan bahwa Great Muslimah adalah

komunitasnya para muslimah yang hijrah. Kebanyakan anggota Great Muslimah adalah mereka yang bertransformasi dengan kisahnya masih-masing. Latar belakang yang dimiliki berbeda-beda dan cenderung ekstrem. Beberapa anggota ada yang pernah menjadi geng motor, pekerja seks komersial, bahkan yang hamil diluar nikah. Semuanya kini telah berhijrah dan meninggalkan masa lalunya.

Di komunitas ini Pepew tidak ingin menilai pribadi seseorang berdasarkan penampilan dan masa lalunya. Tidak ada masalah jika mereka yang belum berpakaian syar'i ingin bergabung dengan Great Muslimah. Pepew yang kini menjadi penulis sekaligus motivator berusaha menanamkan pemahaman Islam tanpa adanya paksaan. Menurutnya, kesadaran untuk berubah bisa muncul dengan adanya pemahaman konsep yang baik dan melekat.

Komunitas yang dibentuknya ini ternyata memiliki 800 anggota yang terdiri dari berbagai kalangan mulai dari ibu rumah tangga hingga mahasiswa. Kegiatan rutin yang dijalankan pun beragam mulai dari sharing hingga mengadakan teatrikal muslimah bertemakan "Move Up" yang dilaksanakan di Teater Tertutup Dago Tea House (18/1) lalu. Selain itu Great Muslimah juga memiliki beberapa divisi yang berguna untuk mengembangkan bakat yang dimiliki para anggotanya.

Pepew yang kini telah sukses menempuh pendidikan S1 manajemennya nya memilih jalan untuk menjadi penulis dan motivator. Di samping itu, pepew yang merupakan keturunan keluarga berdarah seni juga menjadi penyanyi. Ia tidak suka berada di bawah perintah orang dan menginginkan kehidupan yang tenang.

"Kita kuliah buat kerja misalnya, dapat uang biar tenang. Cari pasangan juga menikah biar apa? Tenang. Jadi yang membuat hidup aku tenang ya dengan jalan yang seperti sekarang ini," ujar Pepew.

Kini Pepew telah merilis dua buku. Buku pertamanya yang berjudul Be A Great Muslimah menjadi best seller dan telah dicetak berulang kali. Buku keduanya yang berjudul Jalan Hijrahku baru terbit pada 2014 lalu dan telah mendapat respon yang positif dari para pembacanya. Selain menjadi penulis, Pepew yang terlahir dari keluarga berdarah seni ini juga menjalani profesi sebagai penyanyi. Ia merasa potensi apapun yang dimiliki harus digali dan diarahkan ke arah yang lebih baik. Jika dahulu Pepew bernyanyi dari kafe ke kafe, kini ia melantunkan lirik-lirik yang positif sambil tetap mengajarkan kebaikan.

Selain itu, usaha membuat lingkungan yang ia ciptakan juga mengantarkannya pada penghargaan Kartini Next Generation Award yang diberikan Kemkominfo pada 2013 lalu. (tj1)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved