Pesawat TransAsia Jatuh
Jumlah Korban Tewas Jadi 31 Orang, 12 Orang Masih Hilang
Pesawat yang terbang pada kecepatan yang lebih rendah daripada kebanyakan jet, dirancang bisa mengapung di air
TAIPEI, TRIBUN - Jumlah korban tewas dari kecelakaan pesawat TransAsia Airways yang jatuh ke sungai Keelung di New Taipei City bertambah menjadi 31 orang. Para pejabat di Taiwan, Kamis (5/2), mengatakan, dua belas orang dinyatakan masih hilang.
Rekaman video di dashcam (kamera di dashboard mobil) menunjukkan pesawat TransAsia Penerbangan GE235 menghantam jembatan jalan layang dengan bagian sayapnya dan terjun menabrak ke Sungai Keelung, tak lama setelah lepas landas dari bandara Songshan Taipei.
Pesawat Turboprop ATR 72-600 itu membawa 58 penumpang dan awak kapal. Tiga puluh satu penumpang dikatakan turis dari daratan China. Tujuh bulan lalu, TransAsia ATR 72-500 juga jatuh saat mencoba mendarat di tengah Pulau Penghu di tengah kondisi cuaca buruk, yang menewaskan 48 dari 58 penumpang.
Dua kecelakaan fatal lainnya dan dua kecelakaan besar telah tercatat dalam sejarah maskapai, menurut Reuters, mengutip data dari Flightglobal Ascend. "Segera begitu cepat setelah kecelakaan bulan Juli, maskapai ini di bawah pengawasan ketat oleh regulator, belum lagi kejadian ini akan berdampak pada persepsi publik," ujar Greg Waldron, Asia Managing Editor di Flightglobal, kepada Reuters.
Para ahli telah mengatakan bahwa jumlah penumpang yang relatif banyak yang selamat dapat dikaitkan dengan desain pesawat.. Pesawat yang terbang pada kecepatan yang lebih rendah daripada kebanyakan jet, dirancang bisa mengapung di air dan dibangun secara merata untuk mendistribusikan kejutan dan tekanan. (mac/tribunjabar)