Kamis, 7 Mei 2026

Rumah Tak Layak Huni

Pak Menteri Janji Lihat Langsung Rumah Tak Layak Huni di Sukabungah

Kebetulan Desa Sukabungah masuk desa online yang merupakan program beliau (Marwan Jafar. Red).

Tayang:
Penulis: cis | Editor: Kisdiantoro

CIANJUR, TRIBUN - Kepala Desa Sukabungah, Agus Ramlan, mengaku, telah bertemu dengan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar, untuk membicarakan kondisi rutilahu di Desa Sukabungah. Marwan pun berjanji akan mengunjungi Desa Sukabungah untuk melihat langsung kondisi warga yang tinggal di rutilahu.

"Kebetulan Desa Sukabungah masuk desa online yang merupakan program beliau (Marwan Jafar. Red). Nah ketika di sana (Jakarta. Red) saya komunikasi dengan beliau untuk upaya pembangunan rutilahu dan kami sampai saat ini kami masih menunggu realisasi itu," ujar Agus yang bertemu dengan kader PKB pada Desember 2014 ketika diwawancarai Tribun, Rabu (4/2).

Selain itu, sambung Agus, pihaknya pun telah berkomunikasi dengan salah satu anggota DPRD Kabupaten Cianjur. Anggota DPRD Kabupaten Cianjur itu sudah melihat langsung kondisi rutilahu yang ada di Desa Sukabungah. Rencananya anggota DPRD Kabupaten Cianjur itu akan membantu perbaikan sejumlah rutilahu di Desa Sukabungah.

"Tapi itu bukan program, melainkan sumbangan dari pribadi. Dan kami kami terus mengupayakan agar rutilahu di desa kami tersentuh program pembangunan rutilahu," ujar Agus.

Setidaknya terdapat 120 rutilahu yang ada dan tersebar di 24 RT di Desa Sukabungah, Kecamatan Campakamulya, Kabupaten Cianjur.

Secara rerata terdapat 5-7 rutilahu di setiap RT di Desa Sukabungah. Menurutnya, banyaknya jumlah rutilahu itu lantaran Desa Sukabungan termasuk daerah yang tertinggal di Kabupaten Cianjur terutama di Kecamatan Campakamulya.

Satu di antaranya rutilahu yang selama puluhan tahun dihuni Jeni (52) dan Empat (52). Kedua warga RT 5/5 Kampung Cicangkuang itu melakukan Semua aktifitas dan kehidupan sehari-hari pasangan suami dan istri (pasutri) itu dilakukan di dalam rutilahu yang berukuran 2x3 meter.

Rumahnya terbuat dari bilik bambu, keadaannya sudah reot karena puluhan tahun belum diperbaiki. Kondisinya pun tak lebih baik daripada kandang ayam. Pemerintah Desa sudah mengupayakan perbaikan rumah yang dihuni Jeni tersebut melalui program rutilahu. Namun upaya perbaikan rumah milik Jeni tersebut tak kunjung terealisasi sejak menjabat sebagai kepala desa sampai pergantian presiden periode 2014-2019 ini. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved