Keracunan Massal
BREAKING NEWS: Puluhan Karyawan Pabrik Sepatu di Leles Keracunan
"Mereka mengalami dehidrasi sedang karena terlalu sering diare dan muntah. Kami berusaha merawatnya dengan obat dan infus.
Penulis: Muhamad Syarif Abdussalam | Editor: Kisdiantoro
GARUT, TRIBUN - Puluhan pegawai pabrik sepatu PT Changshin Reksajaya di Kecamatan Leles mengalami gejala keracunan, Senin (26/1). Sampai pukul 17.00, jumlah korban terus bertambah karena terus berdatangan ke Puskesmas Leles.
Dokter Puskesmas Leles, Lilik Soemaretnaningsih, mengatakan tidak hanya ke Puskesmas Leles, para korban dirawat di klinik dan puskesmas lainnya di Tarogong dan Kadungora. Lilik mengatakan mereka mengalami dehidrasi.
"Mereka mengalami dehidrasi sedang karena terlalu sering diare dan muntah. Kami berusaha merawatnya dengan obat dan infus. Tidak ada yang dirujuk ke rumah sakit," katanya.
Kapolsek Leles, AKP Supian, mengatakan berdasarkan penelusurannya, para karyawan menyantap makan siang pukul 12.00. Dua jam kemudian atau lebih, mereka mulai merasakan gejala keracunan.
"Sampai pukul 17.00, 37 orang dirawat di Puskesmas Leles dan 20 lainnya di Puskesmas Kadungora. Semua mengalami gejala yang sama setelah memakan makanan yang sejenis di lokasi dan waktu yang sama," katanya.
Supian mengatakan mereka memakan nasi dengan lauk berupa semur telur dan kol. Sampel muntahan dan sisa makanan telah diambil untuk selanjutnya diberikan kepasa Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.
"Itu dari makanan katering. Tapi kami belum bisa menyimpulkan apapun sampai hasil uji laboratorium diterima," katanya. (Sam)