Ikan Kegemaran Warga Korea Banyak Ditangkap Nelayan Garut

Seorang nelayan dan penjual ikan di Pantai Rancabuaya, Adi, mengatakan biasanya 5 kuintal ikan layur ditangkap nelayan dalam satu kapal setiap hari.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, M Syarif Abdussalam

GARUT, TRIBUN - Ikan kegemaran masyarakat Korea ini sedang banyak terjaring oleh para nelayan di pantai selatan Garut. Sejak awal tahun, ikan bernama layur ini pun banyak dijual di kedai, rumah makan, dan tempat penjualan ikan segar, di selatan Garut, di antaranya Pantai Rancabuaya.

Ikan layur merupakan bahan makanan kegemaran rakyat Korea. Di Korea, ikan berbentuk panjang dan ramping ini disebut galchi. Dalam masakan tradisional Korea, ikan layur yang digoreng disebut galchi gui, sedangkan yang dimasak dengan saus pedas disebut galchi jorim.

Tidak hanya di Korea, ikan layur pun digemari oleh warga Jepang. Di Jepang, ikan bernama Latin Trichiurus lepturus ini disebut tachiuo. Ikan ini biasanya disajikan mentas sebagai sashimi atau dibakar dan dihidangkan dengan kecap asin.

Di Pantai Rancabuaya, ikan ini banyak ditemukan nelayan karena pada awal tahun, ikan ini banyak berkumpul di selatan pantai selatan. Ikan layur ini dijual seharga Rp 20 ribu per kilogram. Warga biasa menggoreng atau membakarnya di sejumlah kedai atau rumah makan pinggir laut.

Tekstur daging ikan layur cukup kenyal dan tulangnya mudah dipisahkan dari dagingnya. Rasanya sangat gurih walaupun memiliki sedikit kandungan minyak. Ikan layur pun sangat digemari karena tidak berbau amis.

Seorang nelayan dan penjual ikan di Pantai Rancabuaya, Adi, mengatakan biasanya sebanyak 5 kuintal ikan layur dapat ditangkap nelayan dalam satu kapal setiap hari.

"Hasil tangkapannya kebanyakan dijual ke pengekspor untuk dijual ke Jepang dan Korea. Kandungan gizi ikan layur sangat tinggi. Makanya, sangat digemari orang luar," katanya. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved