Gerakan Tanah di Tasikmalaya
Wah . . . 68 Rumah di Desa Pusparahayu Retak-retak
Tingkat kerusakan rumah bervariasi mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat.
Penulis: Firman Suryaman | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Firman Suryaman
TASIKMALAYA, TRIBUN - Sebanyak 68 rumah di Kampung Pusparahayu dan Pendir, Desa Pusparahayu, Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, sejak seminggu terakhir ini retak-retak menyusul pergerakan tanah di daerah itu.
Tingkat kerusakan rumah bervariasi mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat. Tidak hanya dinding tembok yang belah tetapi juga lantai. Seluruh warga, terutama yang rumahnya mengalami keretakan parah masih bertahan di rumah masing-masing.
"Tidak ada satu pun warga yang berupaya mengungsi ke tempat aman. Mereka tampaknya kebingungan harus mengungsi ke mana. Belum lagi memikirkan makan sehari-hari di tempat pengungsian mau dari mana," ungkap Deden (29), tokoh pemuda setempat, saat ditemui, Selasa (20/1).
Warga akhirnya hidup dalam ancaman rumah ambruk. Terlebih, kata Deden, ada rumah yanh sudah retak hingga 50 cm tapi masih tetap dihuni. "Mereka harus segera mendapat perhatian pemerintah, sebelum hal lebih buruk terjadi," harapnya. (stf)