Kunjungan Jokowi ke Bandung
Jokowi Geleng-geleng Kepala Ketahui Hambatan Bangun Pembangkit Listrik
"Saya bertanya-tanya, kenapa tidak bisa bangun pembangkit, ternyata hanya masalah perizinan," kata Jokowi
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Kisdiantoro
BANDUNG, TRIBUN - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengaku geleng-geleng kepala setelah mengetahui hambatan yang dialami untuk membuat pembangkit tenaga listrik. Selama ini tidak dibangunnya pembangkit listrik karena terganjal perizinan.
Menurut Jokowi problem lain yang menjadi hambatan pertumbuhan di Indonesia adalah listrik. Padahal pembangkit tenaga listrik sangat penting untuk industri kecil, menengah serta industri lainnya.
"Saya bertanya-tanya, kenapa tidak bisa bangun pembangkit, ternyata hanya masalah perizinan," kata Jokowi saat memberi sambutan pada acara Munas HIPMI XV di Trans Luxury, Senin (12/1).
Menurutnya, pengurusan ijin ada yang butuh waktu 2 tahun, 4 tahun bahkan 6 tahun. Saat Jokowi menyebutkan perijinan butuh waktu 6 tahun, tamu undangan di dalam ruangan ada yang bertepuk tangan. Jokowi langsung merespon tepukan tersebut.
"Urus ijin 6 tahun ko ditepuki, wong saya aja geleng-geleng dengart 6 tahun untuk urus ijin," katanya.
Ia mengatakan, perijinan yang memakan waktu lama tersebut menjadi salah satu penghambat pertumbuhan Indonesia. Karena itu, pihaknya berniat menyederhanakan perijinan agar bisa membangun pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan industri di Indonesia. (tif)