Keracunan di Garut

Korban Keracunan di Garut Jadi 41 Orang

Korban gejala keracunan dari Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, terus bertambah Kamis (8/1). Sampai pukul 22.15, sebanyak 41 warga.

GARUT, TRIBUN - Korban gejala keracunan dari Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, terus bertambah Kamis (8/1). Sampai pukul 22.15, sebanyak 41 warga yang mendapat perawatan intensif di Puskesmas Sukakarya.Kasi Pengamatan Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Ade Rohimat, mengatakan mereka mulai berdatangan ke puskesmas pukul 17.30. Mereka mengalami mual, muntah, dan diare.

"Para korban mengalami gejalanya setelah memakan hidangan dari hajatan di Kampung Ciengkol, yakni pihak mempelai perempuan, dan Kampung Ciseke, yakni pihak mempelai pria," kata Ade.

Tuturnya, mereka mengonsumsi makanan tersebut pukul 10.00 dan baru merasakan gejala awalnya pada 13.00. Masa inkubasi dan reaksi gejala ini, katanya, dinilai cukup lama.

Mereka kemudian mendapat perawatan di puskesmas, dibantu bidang pelayanan kesehatan, farmasi, dan pengendalian penyakit pada Dinas Kesehatan Garut.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut untuk meminta bantuan velbed. Timnya telah mengambil sampel makanan yang dimakan para korban untuk diuji di laboratorium.

"Tim menginvestigasi ke kampung-kampung, jangan sampai ada korban parah yang dirawat di rumah. Sampai saat ini belum ada yang parah atau sampai dehidrasi," katanya.

Warga yang mengalami gejala keracunan di Desa Tanjungkarya, Kecamatan Samarang, mengaku merasa ada yang janggal dengan rasa salah satu makanan pada hidangan hajatan yang dimakannya.

Salah satu korban, Atikah (40), mengatakan makanan yang terasa berbeda dari biasanya adalah opor ayam. Namun, dia baru merasakan mual dua jam setelah makan hidangan tersebut.

"Sepertinya basi. Saya langsung mengalami mual dan pusing. Kemudian muntah. Sampai harus dibawa ke puskesmas," kata Atikah.

Hal serupa dialami Sofariah (10). Dia mengalami mual dan pusing setelah mengonsumsi makanan di hajatan tersebut. Dia pun mendapat pengobatan dan infus.

Kepala Puskesmas Sukakarya, Een Sumiati, mengatakan selain yang dirawat, terdapat lebih dari 30 warga yang mengalami gejala keracunan di Kampung Ciengkol dan Ciseke.

"Semuanya dalam pengawasan tim kami di dua kampung tersebut. Kebanyakan hanya alami pusing dan mengatakan bisa beristirahat di rumah. Kami siap membawa mereka ke puskesmas," katanya.

Een mengatakan telah mengambil sampel makanan yang diduga menyebabkan gejala keracunan tersebut, di antaranya sate ayam dan opor ayam. (Sam)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved