Kamis, 14 Mei 2026

LIputan Eksklusif

Parkir di Kolong Jembatan Pasupati, Rp 60 Ribu Per Mobil Masuk Kas RW

Lahan milik Pemkot Bandung yang berada di bawah Jembatan Layang Pasupati, selain dijadikan beberapa taman, ternyata juga dimanfaatkaan untuk parkir

Tayang:
Penulis: dra | Editor: Machmud Mubarok

BANDUNG, TRIBUN - Sebuah lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung yang berada di bawah Jembatan Layang Pasupati, selain dijadikan beberapa taman, ternyata juga dimanfaatkan untuk dijadikan lahan parkir. Di wilayah RW 15, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, misalnya, dimanfaatkan untuk parkir kendaraan.

Pantauan Tribun di lapangan menunjukkan, di lokasi ini sejumlah mobil berbagai jenis dan merek berjejer. Tak sedikit mobil mewah yang terparkir di lokasi tersebut. Mobil tersebut terparkir bebas, bahkan ada pula yang memagari mobilnya dengan kayu. Selain lahan parkir, di lokasi itu pun berdiri bangunan-bangunan yang terbuat dari tripleks. Ada pula sejumlah kios yang berdiri di tempat tersebut.

"Di sini untuk parkir per bulan Rp 60 ribu untuk satu mobil. Kalau parkir biasa mah sekali lewat cuma Rp 5.000," ujar salah seorang penjaga parkir yang enggan ditulis namanya kepada Tribun saat ditemui di lokasi, Rabu (24/12).

Menurut dia, tempat parkir di lokasi ini dikelola oleh aparat setempat, yakni oleh pihak RW. Ia pun, yang merupakan warga sekitar, ikut membantu menjaga mobil-mobil tersebut. "Jaganya ada yang siang ada yang malam. Ini dikelola sama RW," ujar pria beranting ini.

Ketua RW 15, Irwan Ginanjar, mengatakan lahan ini memang dimanfaatkan oleh warganya untuk memarkirkan kendaraannya. Menurutnya, pemanfaatan lahan ini sudah lama dilakukan, bahkan saat sebelum kepemimpinanya.

"Memang kan di jalan tidak boleh parkir. Nah, warga berinisiatif memasukkan kendaraannya ke sini berhubung lahannya juga kosong. Pemilik mobil sama warga sudah ada obrolan warga mau buat jaga mobilnya," katanya kepada Tribun saat ditemui di kantor RW, Rabu (24/12).

Irwan menuturkan, saat itu lahan untuk parkir warga dikelola oleh banyak tangan. Guna menghindari konflik antarwarga, kepemimpinan RW saat itu mengambil alih pengelolaan lahan parkir mobil warga tersebut.

"Awalnya ini memang tidak langsung ditangani oleh kami (RW), daripada berebut nantinya, jadi ketua RW sebelumnya mengambil keputusan untuk mengkoordinir. RW kemarin merekrut enam orang warga buat jadi hansipnya yang jaga lah," katanya.

Irwan menuturkan, lahan parkir tersebut diperuntukkan khusus bagi warga RW 15. Menurut dia, satu mobil dikenai biaya Rp 60 ribu sebulan. Ada total 50 mobil milik warga yang diparkirkan di lokasi ini.

Hasil dari uang parkir tersebut, kata dia, digunakan untuk keperluan warga RW 15 dan sekitarnya. Selain itu, hasil dari parkir pun digunakan untuk upah kepada enam penjaga parkir tersebut. "Uangnya mereka potong dulu, bagi-bagi. Nanti sisanya diperbantukan ke RW dan masuk ke kas RW. Uangnya itu untuk bayar retribusi sampah, listrik, terus kalau ada yang meninggal kita berikan sumbangan," katanya.

Sosialisasi dan Ada Solusi
Irwan tak membantah bahwa lahan ini milik Pemkot Bandung. Menurut dia, belum adanya kejelasan mengenai pemanfaatan lahan ini oleh Pemkot membuat pihaknya berinisiatif menggunakan sementara lahan ini untuk mengakomodasi kendaraan warga.
"Sambil menunggu rencana dari Pemkot untuk dibikin sesuatu, jadi daripada kosong kami manfaatkan dulu untuk kepentingan intern RW. Jadi ini sifatnya pengefektifan wilayah untuk sementara waktu," katanya. (cr1)

Bagaimana kisah para pemilik kendaraan yang parkir di kolong Jembatan Layang Pasupati. Apakah mereka keberatan membayar ke RW atau lebih baik membayar ke Pemkot Bandung. Simak berita selengkapnya di Harian Pagi Tribun Jabar edisi Selasa (6/1/2015).

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved