Pergeseran Tanah
Sembilan Rumah Rusak di Cianjur
Tak hanya di RT 1, pergeseran tanah juga mengancam permukiman di RT 2 Kampung Cigaronggong dan RT 3 Kampung Babakan Asem.
Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S
CIANJUR, TRIBUN - Sebanyak 9 rumah di RT 1/8 Kampung Cibuntu, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, rusak akibat pergeseran tanah, Sabtu (27/12). Kesembilan rumah itu tak lagi bisa ditempati lantaran rawan rubuh dan terkena longsor.
Berdasarkan Informasi yang dihimpun Tribun, sedikitnya 51 rumah di RT 1 pun terancam terkena pergeseran tanah. Pasalnya permukiman yang ada di bawah Gunung Guha Walet itu terus bergeser dan ambles hingga berita ini dilaporkan. Ratusan warga pun dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari korban jiwa.
Tak hanya di RT 1, pergeseran tanah juga mengancam permukiman di RT 2 Kampung Cigaronggong dan RT 3 Kampung Babakan Asem. Puluhan rumah dan ratusan jiwa di RT 2 pun dievakuasi. Pasalnya jarak retakan tanah di bawah Gunung Guha Walet dengan RT 2 pun cukup dekat. Adapun warga di RT 3 masih bertahan lantaran jauh dari retakan tanah.
Pergeseran tanah di kedua RT itu terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari. Belum diketahui penyebab terjadinya retakan. Sejumlah retakan tanah muncul di sejumlah titik di RT 1 Kampung Cibuntu. Bahkan mata air Ciceped mendadak kering. Jalan kampung selebar tiga meter menuju Kampung Cibuntu pun ambles. Sebagian jalan pun menjadi sungai dadakan yang dialiri air dari mata air. (cis)