Pergeseran Tanah

Pergeseran Tanah Hari Ini Lebih Parah dari Sebelumnya

Sebanyak 9 rumah di RT 1/8 Kampung Cibuntu, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, rusak akibat pergeseran tanah, Sabtu (27/12).

Penulis: cis | Editor: Dedy Herdiana

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

CIANJUR, TRIBUN - Seorang pemilik rumah yang rusak di RT 1/8 Kampung Cibuntu, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Entis (41), mengaku, telah mengetahui adanya  perubahan posisi rumah panggungnya pada Jumat (26/12) sore sekitar pukul 17.00. Namun ia yang pulang dari Jakarta itu masih menghiraukan pergeseran tanah yang merubah posisi rumahnya lantaran kondisinya tak separah saat ini.

"Saya juga dikasih tahu tetangga dan keluarga kalau di daerah lereng sebelah atas sudah ada retakan-retakan tanah sejak Kamis 25 Desember 2014. Tapi waktu itu warga pikir tidak akan menjadi parah seperti sekarang," ujar Entis kepada Tribun.

Sebanyak 9 rumah di RT 1/8 Kampung Cibuntu, Desa Cihea, Kecamatan Haurwangi, rusak akibat pergeseran tanah, Sabtu (27/12). Kesembilan rumah itu tak lagi bisa ditempati lantaran rawan rubuh dan terkena longsor.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun Tribun, sedikitnya 51 rumah di RT 1 pun terancam terkena pergeseran tanah. Pasalnya permukiman yang ada di bawah Gunung Guha Walet itu terus bergeser dan ambles hingga berita ini dilaporkan. Ratusan warga pun dievakuasi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari korban jiwa.

Tak hanya di RT 1, pergeseran tanah juga mengancam permukiman di RT 2 Kampung Cigaronggong dan RT 3 Kampung Babakan Asem. Puluhan rumah dan ratusan jiwa di RT 2 pun dievakuasi. Pasalnya jarak retakan tanah di bawah Gunung Guha Walet dengan RT 2 pun cukup dekat. Adapun warga di RT 3 masih bertahan lantaran jauh dari retakan tanah.

Pergeseran tanah di kedua RT itu terjadi sekitar pukul 03.00 dini hari. Belum diketahui penyebab terjadinya retakan. Sejumlah retakan tanah muncul di sejumlah titik di RT 1 Kampung Cibuntu. Bahkan mata air Ciceped mendadak kering. Jalan kampung selebar tiga meter menuju Kampung Cibuntu pun ambles. Sebagian jalan pun menjadi sungai dadakan yang dialiri air dari mata air. (cis)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved