Aksi Pemerkosaan
2 Security Bandara Perkosa WN Tiongkok Dinilai Sangat Memalukan
"Ajari para pegawai Angkasa Pura sopan santun dan tata krama, karena jantung dari usaha ini adalah pelayanan," ucapnya.
JAKARTA, TRIBUN - Kasus pemerkosaan terhadap wisatawan berkebangsaan Tiongkok yang diduga dilakukan dua karyawan Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (23/12/2014) lalu, dianggap sebagai kejadian yang sangat memalukan nama baik bangsa Indonesia di dunia Internasional.
Atas kejadian itu, Angkasa Pura diminta melakukan perubahan total dengan menerapkan revolusi mental bagi para pegawainya.
"Angkasa Pura harus revolusi mental, bukan ganti logo baru," kata anggota Komisi VI DPR Indra P Simatupang dalam keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Sabtu (27/12/2014).
Indra mengatakan, bandar udara sebagai pintu masuk warga negara asing ke Indonesia sudah semestinya didesain dengan kualitas pelayanan kelas dunia yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap para pengunjungnya.
"Ini citra Indonesia pada kesan pertama untuk orang-orang dari mancanegara. Dan ini juga bagian dari mempromosikan kebudayaan dan jati diri bangsa," ujar politisi PDI-P ini.
Dua pelaku pemerkosaan, kata dia, sudah seharusnya mendapatkan sanksi keras atas perbuatan asusila ini. Pejabat terkait seperti general manager, sirektur utama, komisaris, hingga menteri BUMN pun, kata dia, harus turut bertanggung jawab dan meminta maaf kepada pemerintah China atas kejadian ini.
"Ajari para pegawai Angkasa Pura sopan santun dan tata krama, karena jantung dari usaha ini adalah pelayanan," ucapnya.
Polres Bandara Soekarno-Hatta sejauh ini sudah menetapkan dua orang petugas Angkasa Pura, berinisial R dan B, sebagai tersangka atas kasus ini. (kompas.com)